SIANTAR, HETANEWS.com - Perkara pembunuhan pemilik media Lassernews.com Mara Salem Harahap alias Marshal masih bergulir di Pengadilan Simalungun.

Kali ini sidang dilanjutkan dengan mendengar keterangan saksi-saksi digelar secara virtual, Kamis (25/11/2022).

Pada kesempatan ini Jaksa Penuntut Umum [JPU] Firmansyah menghadirkan 5 orang saksi. Diantaranya istri Marsal, Bonia, bersama para tetangga Marsal, Mesinah, Supriadi, Irvan Sapta Nugraha dan Arif.

Dalam sidang, Bonia mengatakan sudah 16 tahun berumah tangga dengan suaminya, Marsal.

Bonia mengakui suaminya tewas ditembak karena pemberitaan di media. Malam itu, pada Jumat 18 Juni 2021 sekira pukul 11.00 WIB ia mendapat kabar suaminya terkapar di dalam mobil.

Karena di lokasi kejadian dalam keadaan gelap tanpa penerangan, ia meminta tolong agar suaminya dibawa ke rumah sakit. 

"Malam itu tidak tahu penyebab suami saya terluka, tahunya dari berita," kata Bonia.

Selanjutnya, setelah ada keterangan resmi dari pihak kepolisian, ia mengetahui suaminya dituduh memeras.

"Suami saya dituduh memeras terdakwa. Katanya, suami saya meminta jatah dua butir extacy setiap hari dengan harga Rp 200.000 jika diuangkan Rp.12.000.000 per bulan," ucapnya.

Baca juga: Karena Jaringan, Kasus Pembunuhan Marsal Batal Disidangkan

Selama menikah dengan Marsal, Bonia tidak pernah melihat suaminya memakai narkoba.

“Selama berumah tangga suami saya tidak pernah memakai extacy,” ungkapnya.

Menurut Bonia, 12 tahun Marsal menjadi wartawan, tidak pernah ada orang datang yang menyoal soal pekerjaan Marsal.

“Tapi setiap ada yang datang, saya tidak tahu identitasnya. Karena suaminya sangat tertutup tentang pekerjaannya,” ucapnya

"Waktu itu saat suami saya akan melakukan aksi demo di PTPN, ada orang datang," katanya dalam persidangan siang itu.

Masih kata Bonia, sebelumnya ia tidak mengenal terdakwa Sudjito dan Yudi Pangaribuan. Ia kemudian mengenal kedua terdakwa pembunuh suaminya saat keterangan pers  Polda Sumut.

“Yudi sebagai manajer Ferrari dan Gito yang saya kenal sebagai Calon Walikota dan ternyata sebagai pemilik Ferrari juga,” kata Bonia.

Tolak uang duka

Dalam persidangan, Bonia mengungkapkan terdakwa Sudjito melalui kuasa hukumnya sempat menyodorkan uang senilai Rp 10 Juta atas kematian Marsal. Uang duka tersebut ditolak oleh Bonita.

“Secara manusiawi saya memaafkan, tapi proses hukum tetap berjalan dan saya tidak akan menerima uang duka ataupun santunan dari para pelaku,” ucapnya.

Menjawab pertanyaan jaksa, Bonia juga mengakui jika suaminya sudah pernah dihukum dalam kasus pencemaran nama baik [UU ITE] dan kasus pemerasan [OTT].

Sidang ini dipimpin Ketua Majelis hakim Vera Yetti Magdalena didampingi hakim anggota Aries Ginting dan Mince Ginting.

Baca juga: Jaksa Sebut Gito Perintahkan Agar Marsal Dibunuh