SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Majelis hakim diketuai Nurnaningsih menjatuhkan vonis berbeda kepada terdakwa kasus narkotika.

Dalam persidangan, hakim Nurnaningsih menjatuhi hukuman lebih ringan kepada terdakwa Wardiman Sipayung (32) yang membeli sabu sabu seharga Rp 3.000.000, daripada terdakwa Hendri Pospadita Saragih (31) yang membeli sabu seharga Rp 600.000.

Wardiman Sipayung divonis 4 tahun sedangkan Hendri Pospadita divonis 5 tahun. Warga Kabupaten Simalungun itu sama sama didenda Rp. 900.000.000 subsider 6 bulan penjara.

Putusan hakim  dibacakan dalam persidangan terbuka untuk umum di Pengadilan Negeri Simalungun, Rabu (24/11/2021) yang digelar secara virtual. Atas putusan tersebut, terdakwa dan jaksa menyatakan menerima putusan tersebut.

Ditemui terpisah, pengacara terdakwa Fransiskus Silalahi menyatakan menerima putusan tersebut. "Benar vonis 4 tahun dan 5 tahun, dan kedua terdakwa menyatakan menerima putusan itu," kata Fransiskus ditemui, Kamis (25/11).

Diketahui, kedua tersangka disidangkan dalam berkas terpisah terbukti membeli sabu dari terdakwa Jhon Erikson Damanik alias Jonroy (40) divonis 7,6 tahun penjara denda Rp 1,2 Miliar subsider 6 bulan penjara.

Menurut hakim, saat ditangkap polisi mengamankan barang bukti 0,73 gram sabu milik Hendri Pospadita dan barang bukti Wardiman sudah habis dan hanya sisa di kaca pirex.

Dalam kasus ini Jonroy dipersalahkan melanggar pasal 114 (1) UU RI No.35/2009, dan  kedua terdakwa Wardiman dan Hendri dipersalahkan melanggar pasal 112 (1) UU RI No.35/2009 tentang tanpa hak atau melawan hukum memiliki narkotika seberat 0,73 gram (bruto).

Faktanya, setelah Wardiman dan Hendri Pospadita diamankan, polisi berhasil menangkap Jonroy pada Minggu 30 Mei 2021 pukul 15.00 Wib di dalam gubuk perladangan jahe Bah Tongah Kelurahan Beringin Kecamatan Raya Simalungun.

Jonroy mengakui  telah menjual sabu sabu kepada Hendri Pospadita Saragih dan Wardiman Sipayung. Kepada Wardiman seharga Rp.3 juta dan kepada Saragih seharga Rp 600.000.