SIANTAR, HETANEWS.com - Buntut kasus penikaman di bilik ATM oleh RN (27) terhadap istrinya Aiga (20) berbuntut panjang. Selain desas desus kasus penipuan telepon gelap, terungkap kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan Aiga.

Ibu satu anak yang jadi korban penikaman suami sendiri itu pernah dilaporkan atas kasus dugaan penganiayaan ke Polres Siantar.

Pelapornya Vita Rosani Girsang (18) dan Clara Sitinjak (27). Keduanya mempertanyakan mengapa polisi tidak menahan Aiga.

"Ini dia (Aiga) kami laporkan tahun lalu kasus penganiayaan, tapi kenapa pas di kantor polisi semalam dia gak ditahan?," ujar Vita Rosani Girsang (18) ditemui di Polres Siantar, 

Vita dan rekannya Clara Sitinjak (27) datang ke polres Siantar untuk menanyakan laporan pengaduan mereka sebelumnya ke polisi. 

Baca juga: Kasus Suami Tikam Istri: Muncul Tuduhan Penipuan Telepon Gelap

Namun dua wanita yang tinggal di kost Ronauli itu  tak dapat menunjukkan Surat Tanda Laporan Polisi [STPL]. Alasannya karena surat itu hilang.

Kepada wartawan, Vita membeberkan ihwal laporan pengaduan itu lantaran masalah sepele. Bermula suami Aiga, RN mengirim pesan lewat aplikasi messenger ke Vita.

"Awalnya suaminya (RN) yang ngechat aku dari messenger, terus dituduh si Aiga ini aku selingkuh sama suaminya,” ungkap Vita.

Vita dan Aiga akhirnya sepakat untuk bertemu. Keduanya adu mulut dan terlibat perkelahian.

“Dia (Aiga) awalnya bilang sama ku mau ngomong baik-baik tapi pas ku jumpai malah begado kami, terus digigitnya aku, muka ku pun dicakarnya," jelasnya.

Baca juga: Pelaku Beberkan Alasan Penikaman Istrinya di Facebook

Vita menyebut Aiga menuding temanya Clara menjodoh-jodohkan dirinya dengan suaminya RN. Clara pun mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan.

“Clara juga mendapatkan penganiayaan dari Aiga dengan cara perut Clara digigit oleh Aiga,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Siantar AKP Banuara Manurung, melalui penyidik PPA Bripka Panjaitan ketika dikonfirmasi mengatakan  berkas kedua korban penganiayaan masih dilakukan pencarian.

"Masih kita cari berkasnya, karena penyidik yang lama kan sudah pindah," kata Bripka Panjaitan. 

Baca juga: Korban Penikaman Resmi Buat Laporan Ke Polisi, Korban:Pernah Aku Diancam Mau Dibunuhnya