SIANTAR, HETANEWS.com - Terdakwa Reza Prayoga (22) dituntut 5 tahun penjara denda 800 juta subsider 6 bulan penjara di Pengadilan Negeri Siantar. Reza melalui kuasa hukumnya meminta keringanan hukuman.

Tuntutan jaksa Lynce Margaretha itu dibacakan dalam persidangan Selasa (22/11/2021) Pengadilan Negeri Siantar yang digelar secara virtual.

Reza, warga jalan Nagahuta Gang Balam Kelurahan Setia Negara Siantar Sitalasari, dipersalahkan jaksa melanggar pasal 112 (1) UU RI No.35/2009 tentang tanpa hak atau melawan hukum memiliki/menyimpan narkotika jenis sabu sabu.

Erwin Purba, pengacara prodeo yang mendampingi terdakwa menyatakan secara lisan memohon keringanan hukuman. Dengan alasan terdakwa menyesali perbuatannya.

"Permohonannya lisan, minta keringanan hukuman," kata Erwin di kantor Posbakum PN Siantar, Rabu (24/11/2021).

Menurut jaksa, terdakwa disuruh Pandu (DPO) membeli sabu paket Rp.300.000. Lalu terdakwa membeli sabu dari Niko (DPO) dengan lokasi transaksi di jalan Ringroad.

Usai menerima sabu, terdakwa bermaksud mengantarkan sabu kepada Pandu. Namun, saat melintasi jalan Viyata Yudha sepeda motornya dihentikan polisi.

Polisi yang telah mendapatkan informasi langsung mengamankan terdakwa bersama barang bukti 0,29 gram sabu yang sempat dijatuhkan terdakwa. 

Atas temuan tersebut, terdakwa bersama barang bukti dibawa ke Polres.

Sementara sepeda motor Yamaha Mio BK 6922 TAG dinyatakan dirampas untuk negara. Barang bukti 0,29 gram sabu (bruto) itu dinyatakan dimusnahkan.

Untuk pembacaan putusan, persidangan dipimpin hakim Rahmat Hasibuan SH dinyatakan ditunda hingga 7 Desember 2021.

"Sidang ditunda hingga 7 Desember 2011 untuk memberi kesempatan hakim bermusyawarah membacakan putusan," kata Hakim sambil mengetuk palu.