SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Kejaksaan Negeri Simalungun melakukan monitoring penggunaan Dana Desa [DD] di Kabupaten Simalungun. Program ini dinamakan Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) dilaksanakan Bidang Intelijen Kejari Simalungun.

Kali monitoring dilaksanakan di Kecamatan Tapian Dolok pada Selasa (23/11) diikuti 33 pangulu dari 3 kecamatan yang dipusatkan di Kantor Camat Tapian Dolok. 

Monitoring  dipimpin Kepala Seksi Intelijen [Kasi Intel] Didik Haryadi didampingi jaksa Agus Fernando Sinaga dan David Siregar.

Pada kesempatan itu dijelaskan kepada seluruh pangulu se-kecamatan Tapian Dolok agar pemanfaatan dana desa sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ditemui terpisah, Didik Hariyadi  mengatakan Jaksa Garda Desa merupakan program Kejaksaan Agung agar pembangunan di desa merata. 

Perencanaan dan pelaksanaan hingga pemanfaatan DD diharapkan jangan sampai menyimpang dari aturan hukum. 

“Karena jika nantinya ada dugaan penyelewengan oleh aparat desa, maka jaksa akan segera mengusut dugaan penyelewengan tersebut,” ujar Didik ditemui, Rabu (24/11/2021).

 Wajib monitoring             

Pihaknya selaku Jaga Desa wajib melakukan monitoring terhadap pelaksanaan pembangunan fisik maupun kegiatan yang bersumber dari DD. 

Sedangkan terkait pembangunan proyek-proyek strategis di wilayah hukum Kabupaten Simalungun, jaksa secara otomatis akan turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan pembangunan yang bersumber dari APBD.

Ia mengatakan, ada pangulu yang melaporkan beberapa kendala terhadap pelaksanaan pembangunan fisik di tahap kedua pencairan DD. 

Diantaranya akibat curah hujan yang cukup tinggi sehingga rawan pekerjaan fisik.

Ia pun berharap pelaksanaan DD kedepannya tidak ada kendala sehingga pembangunan dapat berjalan sesuai harapan, dan bermanfaat bagi masyarakat desa.