Deli Serdang, hetanews.com - Kasus pencabulan istri tahanan narkoba, MU (19), yang diduga dilakukan oknum polisi Polsek Kutalimbaru, Deli Serdang Bripka RHL, memasuki babak baru. Bripka RHL kini menjalani sidang kode etik di Polda Sumut, Selasa (23/11)

Pada persidangan itu, MU dihadirkan sebagai saksi korban. Setelah persidangan, MU meminta Bripka RHL diberikan hukuman yang seberat-beratnya. Musabanya menurut MU, pelaku tidak mengakui perbuatannya.

"(Saya minta) Dia dihukum seberat-beratnya, sesuai dengan perundang-undangan," ujar MU kepada wartawan.

Bahkan kata MU, Bripka RHL juga sama sekali tidak punya itikad baik untuk meminta maaf.

“Sama sekali dia belum (minta maaf). (Saya datang) Sidang kode etik, saya ingin keadilan ditegakkan sebenar-benarnya," kata MU.

Namun, MU tidak merinci perbuatan tidak senonoh yang dilakukan RHL. Dia hanya menegaskan, bahwa suaminya SM tidak bersalah dalam kasus narkoba yang ditangani Bripka RHL.

Menurutnya, barang bukti narkoba yang disita polisi juga bukan milik suaminya, melainkan kepunyaan rekan suaminya AS.

“Itu (narkoba) bukan (milik) suami saya, tapi temannya,"ujar MU.

Sementara itu Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, mengatakan sidang kode etik digelar dengan tujuan memberikan rekomendasi hukuman kepada Bripka RHL.

"Sidang itu belum ada putusan, hanya rekomendasi terhadap Bripka RHL," ujar Hadi.

Setelah itu keputusannya akan ditandatangani Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra.

"Kalau nantinya rekomendasi PTDH (Pemberhentian tidak dengan hormat), tentunya yang menandatangani Pak Kapolda," ujarnya.

Sebelumnya, Kabid Propam Polda Sumut Kombes Pol Donald Simanjuntak, menjelaskan mengenai kasus ini tersebut. Kasus ini terjadi pada 4 Mei 2021.

Saat itu polisi menangkap suami korban dan satu orang lainnya terkait narkoba. Dalam penangkapan itu korban juga turut diamankan. Namun akhirnya dibebaskan.

Donald tidak merinci mengapa korban akhirnya dibebaskan dalam kasus tersebut.

Berdasarkan keterangan sementara dari pihak kepolisian, korban dan seorang polisi berinisial RHL janjian bertemu di hotel. Donald tidak mendetailkan alasan korban dan RHL bertemu di sana. Namun, diduga pencabulan terjadi pada saat itu. Polisi menyatakan pencabulan diduga dilakukan oleh RHL.

"Keterangan dari beberapa saksi ini memang ada dugaan persetubuhan anggota kita RHL," kata Donald.

Sementara, beredar kabar kalau pencabulan juga melibatkan seorang polisi lainnya berpangkat Aiptu berinisial DR.

Meski begitu polisi masih memerlukan keterangan saksi lainnya untuk memperkuat dugaan tersebut. Saat ini, kasus tersebut masih pada tahap penyelidikan.

sumber: kumparan.com