HETANEWS.com - Fakta terbaru kasus pembunuh ibu dan anak di Subang, ternyata terakhir HP milik almarhum Amel berada tidak jauh di lokasi tempat kejadian atau TKP.

Bahkan, HP Amel masih hidup saat Yosef, suami dan ayah korban tiba di TKP kasus pembunuh ibu dan anak di Subang sekitar jam 7.15 WIB pada tanggal 18 Agustus 2021.

Titik lokasi terakhir H milik almarhum Amel diperoleh analis, Anjas, setelah mendapat telepon dari seseorang yang bisa melacak IMEI HP milik almarhum Amel yang menjadi korban kasus pembunuh ibu dan anak di Subang.

Hal itu dikemukakan Anjas melalui kanal Youtube Anjas di Thailand, yang tayang pada Jumat 19 November 2021. Anjas tidak menyebutkan nama sumbernya dan menyebut sebagai nara sumber istimewa.

Dia mengakui dalam melacak HP Amel punya keterbatasaan karena untuk bisa melacak secara lengkap harus ada izin dari polisi, namun dia tidak mendapatkannya.

Seperti diketahui dari keterangan anak yang juga kaka dari korban kasus pembunuh ibu dan anak di Subang yakni Yoris bahwa yang hilang setelah kejadian pembunuhan sadis pada tanggal 18 Agustus 2021 dinihari itu adalah 3 alat komunikasi milik almarhum Amel.

Ketiga alat komunikasi itu adalah IPhone, IPad, dan Samsung M12. Anjas menduga HP tersebut ada data-data penting yang bisa merujuk ke pelaku atau dalang dari kasus pembunuh ibu dan anak di Subang. Alasannya, kalau alasan perampokan maka yang Rp 30 juta yang ada di rumah TKP akan raib.

“HP itu bisa menjadi kunci jawaban dan otak dari kasus ini,” tutur Anjas.

Baca juga: Kapolda Jabar Minta Kasus Pembunuhan Anak-Ibu di Subang Cepat Diungkap

Inilah lokasi terakhir HP Amel

Dari hasil pelacakan terhadap HP Amel yang dilakukan sumber istimewa Anjas, HP Amel terakhir hidup pada pukul 7.38 WIB pada tanggal 18 Agustus 2021. Sinyal tersebut berasal dari HP Amel yakni HP Samsung M12.

Dari hasil pelacakan sumber istimewa tersebut, titik koordinat terakhir HP Amel tersebut berada di dekat TKP, yakni lokasinya ada di antara TKP dan kantor Polsek Jalancagak, dan berada dekat dengan pertigaan. Anjas yakin tim penyidik sudah mengetahui data ini, namun tidak dipublikasikan.

Kalau HP Samsung M12 terakhir hidup pada tanggal 18 Agustus 2021 pukul 7.38 WIB, jika dibandingkan dengan keterangan saksi-saksi, maka Yosef menjadi orang pertama yang datang ke TKP pasca kejadian. Yosef tiba di TKP pada pukul 17.15 WIB.

Pada pukul 7.24 WIB, Yosef menelepon HP Amel namun tidak diangkat, untuk menanyakan mengapa parkir mobil Alphard tidak dalam posisi biasanya tetapi parkir miring. Pada pukul 726 WIB telepon anaknya Yoris tetapi yang ngangkat istrinya Yoris.

Setelah menanggil Mang Ujang untuk menjaga TKP, Pak Yosef pergi ke Polsek Jalancagak dan mampi dulu ke rumah Ibu angkat Danu, untuk meminta tolong ke TKP karena seperti ada perampokan. Jadi, saat Yosef pergi dari TKP ke Polsek Jalancagak, dia melewati posisi itu.

Menurut Anjas, ada 2 kemungkinan melihat dari posisi terakhir HP Amel hidup, yakni kemungkinan pertama terduganya adalah orang dekat. Hal ini juga merujuk kepada keterangan Kapolres Subang di keterangan awal kasus pembunuh ibu dan anak di Subang.

Kapolres AKBP Sumarni menyatakan dugaan pelakunya adalah orang dekat atau orang yang dikenal karena tidak ada tanda kerusakan pada pintu rumah di TKP.

Kemungkinan kedua terduga pelakunya adalah orang luar, dan orang yang ambil HP tersebut tetap berada di sekitar lokasi TKP. Kemudian orang ini mencob melakukan framing dengan meletakaan HP milik Amel di titik koordinat tersebut.

Jika kemungkina kedua itu benar, Anjas menilai pelaku pembunuh ibu dan anak di Subang tersebut adalah pembunuh profesional dan pintar sehingga polisi sulit untuk mengungkapnya hingga waktu 3 bulan.

Lambatnya pengungkapan itu bisa saja karena ada framing-framing yang dilakukan pelaku, termasuk pintar dengan membersihkan semua sidik jari baik di rumah TKP maupun di bodi mobil Alphard, tempat jasad Tuti Suhartini dan Amel ditumpuk di bagasi mobil tersebut.

Baca juga: Detik-detik Akhir Pembunuh Subang: Pedas dan Menohok, Kritikan Para Pakar Kepada Polri Begini...

Sumber: pikiran-rakyat.com