SIANTAR, HETANEWS.com - Kejaksaan Negeri Siantar menyelesaikan perkara melalui Restorative Justice (RJ). Restorative Justice merupakan upaya penyelesaian perkara di luar jalur hukum atau peradilan, dengan mengedepankan mediasi antara pelaku dengan korban.

Untuk itu Kejaksaan Agung telah mengeluarkan Peraturan Kejaksaan Agung Republik Indonesia Nomor 15 tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Aturan tersebut memungkinkan penuntutan kasus pidana yang ringan tak dilanjutkan apabila memenuhi sejumlah persyaratan. Demikian dikatakan Kasi Intel Kejari Santar Rendra Yoki Pardede SH MH didampingi Kasi Pidum Edi Tarigan SH kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (18/11/2021).

Dijelaskan Edi, perkara yang berhasil di RJ kan, terkait penganiayaan (351 ayat 1 ke-1 KUHP), dengan terdakwa ITS (32) warga Kelurahan Bah Kapul Siantar Sitalasari. Disaksikan tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Antara pelaku dengan korban sepakat melakukan perdamaian tanpa syarat, dan mengakhiri permasalahan dengan cara damai. Adapun yang menjadi tujuan RJ adalah memulihkan keadaan seperti semula, apalagi antara korban dan pelaku masih berada di wilayah tempat tinggal yang sama.

Rendra juga menambahkan jika pendekatan mekanisme hukum tanpa dibawa ke meja hijau dikenal sebagai restorative justice. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan mengedepankan pendekatan mediasi antara pelaku dengan korban.

"Dalam Pasal 5 aturan itu, disebutkan bahwa perkara dapat dihentikan apabila tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, dan hanya diancam dengan pidana denda atau pidana penjara tidak lebih dari 5 tahun," jelasnya.

Kemudian, nilai barang bukti atau kerugian yang ditimbulkan akibat tindak pidana tidak lebih dari dua juta lima ratus ribu rupiah.

"Jaksa Agung Burhanuddin sebelumnya mengakui bahwa upaya penegakan hukum saat ini masih mengutamakan aspek kepastian hukum dan legalitas formal dibandingkan dengan keadilan yang substansial bagi masyarakat," kata Rendra.

Penyelesaian perkara secara RJ baru pertama kali dilaksanakan Kejaksaan Negeri Santar. Keberhasilan tersebut harus menempuh proses yang cukup matang.

"RJ dapat diusulkan setelah masa 14 hari setelah dilakukan tahap 2. Lalu dilakukan ekspos ke Kejatisu hingga ke Kejaksaan Agung. Setelah dilakukan RJ, maka perkara tersebut dinyatakan dihentikan dan ditutup," kata Edi menambahkan.