SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Hakim Pengadilan Negeri Simalungun, Nurnaningsih terkesan mengabaikan kehadiran pengacara dalam persidangan.

Hal itu terlihat saat dirinya memimpin sidang perkara narkotika yang menyeret 2 terdakwa dalam sidang yang digelar secara virtual, Rabu (17/11/2021).

Agenda persidangan siang itu mendengarkan surat tuntutan yang dibacakan oleh jaksa penuntut umum, Harisdianto. Perkara itu tercatat dalam No: 343/Pid.sus/2021/Pn-Sim

Sejak awal persidangan dihadiri seorang pengacara prodeo (penunjukan/penetapan oleh majelis hakim) karena dakwaan jaksa pasal 114, 112 atau lebih subsider 127.

Adapun ancaman hukuman terdakwa diatas 15 tahun penjara.

Pengacara juga hadir saat sidang perdana hingga pemeriksaan saksi-saksi. Namun saat agenda pembacaan surat tuntutan, Hakim Nurmaningsih mengabaikan pengacara.

Padahal sebelum persidangan digelar lazimnya Hakim memperhatikan para pihak pihak baik jaksa dan juga pengacara.

Pantauan dalam persidangan yang digelar siang itu, Hakim Nurmaningsih tidak menanyakan keberadaan pengacara terdakwa namun melanjutkan persidangan.

Sementara itu pengacara prodeo hadir usai bersidang di peradilan anak.

Jaksa Harisdianto ditemui usai persidangan mengatakan, saat itu Hakim Nurmaningsih langsung membuka persidangan.

"Aku pun tadi mikirnya begitu, pengacaranya mana?. Tapi hakim langsung buka sidang dan surat tuntutan dibacakan," katanya.

Sekedar informasi, adapun perkara yang digelar ialah kasus narkotika yang melibatkan 2 terdakwa.

Terdakwa Wardiman Sipayung (32) warga jalan Merdeka Kelurahan Saribudolok Kecamatan Silimakuta dituntut 4 tahun denda Rp 800 juta subsider 6 bulan penjara.

Sedangkan terdakwa Hendri Pospadita Saragih (31) warga yang sama dituntut 5 tahun denda 800 juta subsider 6 bulan penjara.

Dalam perkara ini, kedua terdakwa didampingi pengacara prodeo dari LBH Perjuangan Keadilan (PK).