HETANEWS.com - Presiden Joko Widodo melantik Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di Istana Negara, Rabu (17/11/2021). 

Bersamaan dengan itu, pangkat Dudung dinaikan satu tingkat dari Letnan Jenderal (Letnan) menjadi Jenderal TNI. Kenaikan pangkat tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 108 TNI Tahun 2021 tentang Kenaikan Pangkat dalam Golongan Perwira Tinggi TNI. 

"Menaikkan pangkat satu tingkat lebih tinggi kepada Perwira Tinggi TNI atas nama Letnan Jenderal TNI Dudung Abdurachman menjadi Jenderal TNI," demikian Keppres Nomor 108 TNI Tahun 2021 dibacakan Sekretaris Militer Presiden, Tony Harjono.

Usai keppres dibacakan, Presiden Jokowi lantas mencopot tanda pangkat di kedua pundak Dudung dan menyematkan pangkat baru. 

Setelahnya, tampak Jokowi menepuk kedua pundak Dudung sebanyak tiga kali. Presiden juga terlihat membisikkan sesuatu kepada Dudung.

Setelah prosesi tersebut Dudung memberi hormat kepada Presiden. Adapun Dudung dilantik sebagai KSAD menggantikan Panglima TNI terpilih, Jenderal Andika Perkasa.

Pelantikan Dudung sebagai KSAD dituangkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 107 TNI Tahun 2021 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Darat. 

"Memberhentikan dengan hormat Jenderal TNI Andika Perkasa dari jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat disertai ucapan terima kasih atas pengabdian dan jasa-jasanya yang telah disumbangkan kepada bangsa dan negara Republik Indonesia selama memangku jabatan tersebut," bunyi Keppres Nomor 107 TNI Tahun 2021. 

"Mengangkat Letnan Jenderal TNI Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Angkatan Darat," demikian lanjutan Keppres. Di hadapan Presiden Jokowi Dudung juga mengucap sumpah jabatan dipandu langsung oleh Presiden Jokowi. 

"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara." 

"Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh rasa tanggung jawab. Bahwa saya akan menjunjung tinggi sumpah prajurit," bunyi sumpah jabatan Dudung.

 Sebelumnya, nama Dudung banyak diprediksi akan menempati jabatan yang sebelumnya ditempati Andika Perkasa. Karier alumni Akademi Militer Tahun 1988 ini terbilang moncer. 

Dua tahun lalu, tepatnya pada 27 Juli 2020, Dudung menjabat Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Jaya.

 Sebelum menjabat Pangdam Jaya, Dudung menjabat Gubernur Akademi Militer. Saat menjabat Pangdam Jaya nama Dudung ramai dalam pemberitaan usai ia meng instruksikan prajuritnya mencopot baliho eks pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Dudung terhitung hanya enam bulan menjabat Pangkostrad. Kini, karirnya semakin menanjak dengan status orang nomor satu di TNI AD yang ia sandang.

Sumber: Kompas.com