TEBING TINGGI, Hetanews.com - Perayaan Wold Cleanup Day (WCD) yang dilakukan dinas Lingkungan Hidup kota Tebing Tinggi jln A. Yani, lingkungan VI, Kelurahan Mandailing, kecamatan Tebing Tinggi mengedepankan tentang pengelolaan sampah.

Pada sambutannya kadis Lingkungan Hidup, Dr H Muhammad Hasbie Ashshiddiqi M.M, M.Si mengatakan, didasari surat Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan No S.362/PSLB3//PS/KLN.2/8/2021 dan UU NO 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

"WCD merupakan gerakan sosial yang bertujuan mengajak dan mengedukasi masyarakat memiliki kesadaran membersihkan,menjaga dan memelihara lingkungan mulai dari diri sendiri dan masyarakat", terang Hasbie.

Ditambahkannya, sesuai dengan tema WCD "pilah sampah dari rumah" yang artinya memberikan edukasi dan kesadaran pada masyarakat bahwa menanggulangi masalah sampah dapat dilakukan dengan cara memilah sampah dari rumah.

"Dampak negatif sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan menurunnya  derajat kesehatan masyarakat dsn dapat menimbulkan berbagai macam penyakit bagi masyarakat. Dengan pencemaran lingkungan seperti banyaknya sampah pada saluran drainase dan dapat menimbulkan banjir" papar Hasbie.

Lanjutnya, mengingat kebijakan pemerintah sesuai perwa No 32 Tahun 2018 tentang kebijakan strategi kota Tebing Tinggi tentang pengelolaan aampah r.tangga dan sampah sejenis.

"Pada tahun 2022 pemko Tebing Tinggi mempunyai target pengurangan timbunan sampah sebesar 26 % dengan cara pembatasan timbunan sampah, daur ulang dan pemanfaatan sampah. Sementara target penanganan sampah 76% dengan cara pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan pemrosesan akhir", papar Hasbie.

Sementara walikota melalui sekdakot, Muhammad Dimiyathi, S.Sos, M.TP dalam penyampaiaannya, bahwa dalam program kegiatan pengelolaan sampah sangat dibutuhkan peran serta masyarakat. Dinas lingkungan merupakan sarana penunjang dalam kegiatan ini

"Jadi tanpa peran serta masyarakat, baik itu dari lingkungan sekolah, rumah makan, restoran hingga hotel, dinas lingkungan dapat berbuat banyak", jelas Sekdakot.

Kebersihan jika tidak ditopang beberapa elemen masyarakat, niscaya apa yang kita harapkan dengan kebersihan dilingkungan hingga ke tingkat kota tidak dapat terpenuhi. Dengan kebersihan yang dicapai, otomatis didapatkan estetika/keindahan kota Tebing Tinggi. 

Lanjutnya, program WCD ini juga merupakan program dunia, jadi bukan hanya pelaksanaannya di lakukan di Indonesia. Dengan terciptanya kebersihan di dunia, secara otomatis hidup manusia semakin sehat dan jauh dari kematian. 

"Dengan keterbatasan dinas lingkungan hidup dalam hal pengolahan sampah, ternyata saat ini telah banyak yang menjadi pahlawan pengolahan sampah. Baik itu dari sekolah, yakni SD, SMP, SMA dan elemen masyarakat. Saat ini pihak pemerintah mengapresiasi kampung Mandaling mendapat jatah sebagai Bank sampah. Artinya sampah dapat dikelola dengan daur ulang untuk mendapat hasil yang signifikan", terang Dimiyati. 

Pada kesempatan itu sekdakot, kadis lingkungan dan jajarannya memberikan hadiah berupa piala dan hadiah uang. Selesai acara, sedako, Muhammad Dimiyathi, S.Sos, M.Tp disampingi Kadis Lingkungan Hidup, Dr H Muhammad Hasbie Ashshiddiqi, Camat Tebingtinggi Kota, Manda Yulian, Sstp lakukan tabur bibit ikan di sungai Bahilang sebanyak 2000 ekor, yakni 1000 ekor ikan jenis Nila dan 1000 ekor ikan jenis Tawes.

"Dengan dilakukannya tabur benih ikan di sungai Bahilang, kelak kedepan nya masyarakat sekitar semakin mengerti arti dari acara pengolahan sampah ini. Karena masyarakat semakin sadar tidak membuang aampah sembarangan ke sungai, yanv merupakan sumber air minum kota Tebing Tinggi", harap Dimiyathi.