MEDAN, HETANEWS.com - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, yang mengaku prihatin dengan banjir dan longsor yang melanda Deli Serdang, berharap Tuhan menghentikan hujan deras yang memicu bencana itu.

"Aku kalau bisa lah kuminta, ya Allah Tuhanku hentikanlah air itu, udah kusuruh itu," kata Edy, Jumat (12/11).

Eddy juga menyampaikan bahwa banjir tak lepas dari sikap manusia terhadap alam. Menurutnya, masyarakat harus selalu sadar bahwa alam harus dijaga jika tak ingin diterpa bencana.

"Alam itu kalau kita rusak, akhirnya alam yang merusak kita. Harus selalu kita ingatkan jangan merusak alam," katanya.

Sejauh ini, Eddy telah melakukan sejumlah upaya penanganan bencana di wilayah Sumatera Utara. Koordinasi dengan pihak terkait pun telah dilakukan.

Mulai dari pemerintah level kabupaten dan kota di Sumatera Utara serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pihak lainnya yang berkepentingan dalam penanggulangan bencana.

"Semua sudah kita siapkan secara profesional. BPBD sudah lakukan di situ, dan sebelumnya juga sudah kita sampaikan kepada para bupati dan wali kota, berdasarkan ramalan cuaca begini. Kita harus siaga untuk itu," kata Eddy.

Diketahui, banjir dan longsor terjadi di Dusun III, Desa Rumah Kinangkung, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang pada Kamis (11/11).

Akibatnya 10 rumah, 1 masjid dan jambur tertimbun material longsor. Kemudian, rumah yang bergeser ada dua unit. Sementara itu, korban yang belum ditemukan ada 1 orang dan luka-luka 1 orang.

Sumber: cnnindonesia.com