MEDAN, HETANEWS.com - Personel Satres Narkoba Polres Labuhanbatu menangkap komplotan pengedar sabu di Tanjungbalai dan Rantauparapat, Sumatera Utara (Sumut).

Lima orang sindikat pengedar sabu berhasil ditangkap petugas dengan sejumlah barang bukti. Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP Martualesi Sitepu mengatakan lima orang yang diamankan petugas yakni AJS (25), RHS (40), SBS (20) yang ketiganya warga Aek Batu Torgamba.

Kemudian IBL (20) warga Kota Medan Sumatera Utara dan HS (34) warga Jalan Demokrasi, Desa Simpang Martabak, Provinsi Riau.

Satres Narkoba Polres Labuhanbatu pada awalnya menangkap tersangka AJS di kawasan Jalan Lintas Beringin Jaya Torgamba, Kamis (30/10/2021). Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti sabu seberat 1,4 gram.

"Dari penangkapan pertama itu kami kembangkan dan meringkus tersangka HS di lokasi kebun sawit Desa Beringin dengan barang bukti sabu 4 gram," ucapnya.

Selanjutnya, petugas kembali mengamankan seorang tersangka berinisial RHS dengan barang bukti satu unit handphone. Dari penangkapan ketiga tersangka, pihaknya kembali melakukan pengembangan dan berhasil menciduk tersangka SBS di kediamannya bersama barang bukti sabu 2 gram.

"Dari tangan pelaku kami mengamankan uang tunai sebesar Rp700.000 dan seorang warga bernama IBL yang mau membeli sabu," ucapnya.

Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan di kediaman orang tua SBS di kawasan Afdeling Pasar IV dan ditemukan barang bukti sabu 2,71 gram, tiga unit timbangan listrik, enam bungkus plastik klip besar dan satu plastik teh merek Guanyinwang warna hijau.

Dari pemeriksaan, tersangka SBS mengaku sudah menjalankan bisnis haram tersebut selama empat bulan dan sudah menjual sabu 3,5 kg yang diedarkan di Rantau Prapat hingga Torgamba. Tersangka SBS mendapatkan sabu dari seorang pria di Tanjung Balai.

"Kami kembangkan ke Tanjung Balai, namun diduga informasi sudah bocor sehingga tersangka tidak berhasil diringkus," katanya.

Martualesi menyebutkan, tersangka melanggar Pasal 114 Subsider Pasal 112 junto Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Sumber: inews.id