SIMALUNGUN, HETANEWS.com  -  Ketua Majelis hakim Vera Yetti Magdalena didampingi dua hakim anggota Aries dan Mince Ginting menyatakan menolak eksepsi pengacara terdakwa Yudi Fernando Pangaribuan (31), terdakwa kasus penembakan wartawan di Siantar yang menyebabkan meninggal dunia.

Majelis hakim menyatakan persidangan dilanjutkan dengan pembuktian dengan mendengarkan keterangan saksi-saksi. Demikian putusan sela yang dibacakan hakim dalam persidangan virtual di Pengadilan Negeri Simalungun, Rabu (10/11/2021).

Setelah mendengar dakwaan, eksepsi dan tanggapan jaksa atas eksepsi tersebut maka hakim membuat putusan sela dan menyatakan eksepsi tidak dapat diterima.

Adapun alasan majels hakim adalah surat dakwaan jaksa sudah memenuhi syarat formil dan disusun secara cermat dan jelas. Dengan demikan menyebutkan peran masing masing terdakwa a diantaranya Yudi Fernando Pangaribuan als Yudi, Sudjito alas Gito dan Awaluddin adalah pelaku pembunuhan.

Eksepsi yang diajukan pengacara terdakwa Marihot Sinaga tidak dapat diterima karena sudah masuk ke dalam materi pokok perkara. Untuk itu, hakim berpendapat perlu dibuktikan dalam persidangan.

Sebelumnya, disebutkan Jaksa penuntut umum [JPU], penembakan terhadap Mara Salem Harahap als Marsal terjadi pada Sabtu, 19 Juni 2021 dinihari di Nagori Karanganyar, Kabupaten Simalungun.

Terdakwa Sudjito merasa terganggu dengan pemberitaan yang dibuat Marsal mengenai KTV Ferrari. Diduga dari pemberitaan Marsal menyebabkan usahanya KTV Ferrari ditutup dan terganggu menjalankan bisnisnya.

Marsal kerap memberitakan meski sudah diberi jatah bulanan.  Tidak sanggup memenuhi permintaan Marsal sebanyak Rp 12 juta per bulan atau diganti dengan 2 pil ekstasi/hari, menyebabkan Gito kesal dan memerintahkan Yudi Selakau humas KTV Ferrari untuk membunuh Marsal dengan cara dibedil.

Meski Yudi tak niat membunuh, akhirnya penembakan dilakukan Awaluddin dan Yudi di bagian paha kiri atas Marsal menyebabkan korban meninggal dunia

Dalam kasus ini, kedua terdakwa Yudi dan Gito disidangkan dalam berkas terpisah.
Untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi, persidangan dibantu panitera Robin Nainggolan dinyatakan ditunda hingga Rabu (17/11/2021) mendatang.