SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Disidangkan dalam berkas terpisah dengan Sudjito als Gito (57) , Yudi Fernando Pangaribuan (31) telah mengajukan keberatan atas dakwaan jaksa Firmansyah.

Dengan alasan tidak bermaksud melakukan pembunuhan berencana. Hanya melakukan penganiayaan untuk memberi pelajaran kepada korban Mara Salem Harahap als Marsal, salah satu media online Siantar.

Keberatan Yudi yang disampaikan pengacara Marihot F Sinaga SH dalam eksepsinya itu juga ditanggapi jaksa dalam persidangan Senin (8/11/2021) di Pengadilan Negeri Simalungun.

Dikatakan JPU Firmansyah, jika dalam surat dakwaan telah secara terang dan jelas orang yang melakukan adalah Yudi Fernando, Sudjito alias Gito dan Awaluddin (berstatus tersangka dan merupakan anggota TNI AD Batalyon infanteri 122 TS yang telah meninggal dunia berdasarkan Surat Keterangan Kematian No.171/SKK/IX/2021 tanggal 13 September dari RS Tingkat II Putr8 Hijau Medan).

Menurut JPU, keberatan terdakwa melalui pengacaranya sudah termasuk dalam materi pokok perkara. Sehingga tidak perlu dijawab dan akan dibuktikan dalam pemeriksaan alat bukti dalam persidangan selanjutnya.

Eksepsi penasehat hukum terdakwa hanya berisi hal hal yang bersifat membangun opini.

Jaksa melalui eksepsinya juga memohon agar hakim menyatakan menolak eksepsi penasehat hukum terdakwa, menyatakan sah surat dakwaan jaksa. Menerima eksepsi jaksa penuntut umum dan melanjutkan persidangan dengan pembuktian.

Untuk itu, Ketua majelis hakim Vera Yetti Magdalena didampingi hakim anggota Aries Ginting dan Mince Ginting menyatakan sidang ditunda hingga Rabu (10/11) mendatang. Dengan agenda persidangan pembacaan putusan Sela.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya jika kedua pelaku ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penembakan Mara Salem Harahap als Marsal (wartawan Media online) oleh Poldasu sejak Juni 2021 lalu.

Marsal ditemukan terkapar dalam mobilnya akibat luka tembakan di bagian paha kiri atas pada Sabtu, 19 Juni 2021 sekitar 300 meter dari rumahnya di Nagori Karang Anyer Simalungun. 

Baca juga: Pengacara Keberatan Jika Yudi Dikategorikan Sebagai Pembunuhan Berencana