HETANEWS.com - Tim Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menangkap lima pria pengedar narkotika jenis ekstasi di Kota Medan. Dari penangkapan kelimanya petugas berhasil mengamankan 5 ribu butir pil ekstasi.

Tak hanya itu, yang lebih mengejutkan dari pengakuan mereka peredaran barang haram itu ternyata dikendalikan oleh warga binaan di Lapas Tanjung Gusta Medan.

"Dari tangan kelima tersangka disita barang bukti pil ekstasi sebanyak 5.000 butir, mobil dan sepeda motor," kata Kepala BNNP Sumut, Brigjen Toga Panjaitan kepada awak media, yang dikutip Indozone Jumat (05/11/2021).

Ia menjelaskan penangkapan lima pengedar pil ekstasi itu berawal dari informasi yang diterima personel BNNP Sumatera Utara terkait adanya transaksi narkotika di Kecamatan Medan Marelan, Sabtu, 30 Oktober 2021.

Setelah mendapat informasi tersebut, pada Minggu 31 Oktober 2021 personel bergerak cepat melakukan penyamaran untuk bertransaksi dengan tersangka MF alias Agam.

Di sana petugas langsung mengamankan MF bersama tiga rekannya inisial MT, DP dan MJK, saat berada di salah satu kafe, Jalan Abdul Sani Mutalib, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan.

Kemudian tersangka MF alias Agam dinterogasi petugas. Dari situlah ia mengaku barang bukti narkotika telah diserahkan kepada rekannya berinisial AZ.

Selanjutnya dari keterangan MF, personel melakukan pengembangan dengan menggerebek kediaman AZ di Jalan Perumahan Swallow, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan.

"Dan dapatkan barang bukti pil ekstasi sebanyak 5.000 butir yang disimpan di dalam gudang. Selanjutnya, kelima tersangka dibawa ke Kantor BNNP Sumut untuk menjalani pemeriksaan," jelas Toga.

Dalam pemeriksaan tersangka MF alias Agam mengaku barang bukti pil ekstasi sebanyak 5.000 butir itu didapatnya dari seorang berinisial DP (DPO) di Jalan Sisingamangaraja Medan.

MF bersama temannya diperintah oleh narapidana di Lapas Tanjung Gusta berinisial PS untuk menjemput ekstasi tersebut dari DP. Saat ini kelima tersangka bersama barang bukti pil ekstasi 5.000 butir telah ditahan.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 2, Jo Pasal 132 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati dan penjara paling lama 20 tahun.

Baca juga: BNNK Asahan Tangkap Bandar Narkoba

Sumber: indozone.id