HETANEWS.com - Lonjakan kasus COVID-19 di Eropa mengundang keprihatinan besar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Mereka memprediksi di awal tahun depan 500 ribu orang berpotensi kehilangan nyawa akibat COVID-19.

Dari data WHO, total kasus virus corona di Eropa sudah mencapai 78 juta lebih. Jumlah tersebut melewati total kasus di Asia Tenggara, Mediterania Timur, Pasifik Barat, dan Afrika.

"Kami, sekali lagi telah menjadi episenter," kata Direktur WHO untuk Eropa Hans Kluge seperti dikutip dari AFP.

Sejumlah pasien terinfeksi virus corona menjalani perawatan di rumah sakit sementara Istana Es Krylatskoye, Moskow, Rusia. Foto: Maxim Shemetov/REUTERS

Kluge menambahkan, laju penularan virus di 53 negara dan teritori di Eropa negara sangat mengkhawatirkan.

"Berdasarkan satu proyeksi terpercaya dengan lintasan saat ini berarti akan ada setengah juta kematian setidaknya pada Februari (2022)," sambung dia.

"Peningkatan terjadi di semua kelompok umur," sambung dia.

Kluge mengatakan, lonjakan kasus di Eropa disebabkan tidak meratanya vaksinasi COVID-19. Faktor pendukung lain adalah pelonggaran sejumlah pembatasan sosial.

Seorang spesialis mengerjakan vaksin Sputnik V di fasilitas perusahaan bioteknologi BIOCAD di Saint Petersburg, Rusia. Foto: Anton Vaganov/Reuters

Oleh sebab itu, Kluge menganjurkan tindakan seperti tes massal, penularan kontak, social distancing, hingga pemakaian masker harus kembali ditegakkan. Sebab, cara-cara itu ampuh meredam penyebaran COVID-19.

"Taktik harus diubah, bukan lagi reaksi saat kasus melonjak, tapi mencegah ini semua terjadi," tegas Kluge.

Kenaikan kasus di Eropa terjadi selama tujuh pekan beruntun. Kini rata-rata penambahan kasus harian di Eropa mencapai 250 ribu dan kematian sebanyak 3.600.

Sumber: kumparan.com