SIMALUNGUN, Hetanews.com - Tim Kuasa Hukum terdakwa Yudi Fernando Pangaribuan, terdakwa kasus pembunuhan Wartawan media online lassernewstoday (Marsal) merasa keberatan dengan dakwaan JPU. Yang menyebutkan jika perbuatan Yudi dikategorikan sebagai pembunuhan berencana. Karena Yudi bekerja hanya berdasarkan perintah atasannya yakni Sudjito (disidang berkas terpisah), sebagai pemilik KTV Ferrari.

Sejak awal, Yudi sudah menjelaskan kepada Sudjito als Gito jika tidak ada orang yang mau membunuh. Merasa tidak puas dengan jawaban Yudi, lalu Gito memerintahkan agar Yudi menghubungi Awaluddin dan menawarkan upah 30 juta rupiah. Jika bersedia membunuh Marsal dengan cara dibedil.

Peran Yudi pun hanya sebatas mencari informasi keberadaan Marsal. Lalu membonceng Awal untuk menembak Yudi. Sehingga Yudi hanyalah sekedar mengendarai sepeda motor dalam peristiwa tersebut.

Demikian salah satu alasan eksepsi (tanggapan atas dakwaan jaksa) yang dibacakan Marihot Frandus Sinaga SH dkk disidang online Pengadilan Negeri Simalungun, Kamis (4/11).

Oleh karena itu, dakwaan jaksa kabur dengan menerapkan pasal 340, 338 Jo 56 (1) ke-1 KUHP jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP. 

"Perbuatan Awaluddin yang menembak ke arah paha kiri Marsal lalu pergi meninggalkan Marsal dalam keadaan hidup dan kesakitan akibat luka tembak tidak dapat dikategorikan sebagai pembunuhan biasa ataupun pembunuhan berencana. Karena tujuan dan niat terdakwa hanya untuk menganiaya guna memberikan pelajaran kepada Marsal yang sering memberitakan negatif terkait THM KTV Ferrari. Dimana Yudi sebagai managernya dan Awal sebagai petugas keamanan," terang Sinaga.

Eksepsi tersebut akan dijawab oleh JPU Firmansyah SH dan persidangan akan dibuka kembali pada Senin (8/11). 

"Untuk replik (tanggapan JPU), persidangan akan dibuka kembali pada Senin (8/11)," kata ketua Majelis hakim Vera Yetti Magdalena didampingi 2 hakim anggota Aries Ginting dan Mince Ginting.