MEDAN, HETANEWS.com - Tertangkap basah belanja dengan uang palsu, Wije Kumar warga Jalan Flamboyan Medan Tuntungan jadi pesakitan di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (3/11/2021).

Dalam sidang yang digelar secara daring tersebut, dihadirkan Sofian Sitompul pedagang yang menjadi korban uang palsu terdakwa.

Sofian mengatakan, terdakwa sebelumnya sudah belanja rokok ke warungnya dan diketahui saksi bahwa uang yang diberikannya adalah uang palsu.

"Sebelumnya dia udah datang ke warung saya belanja rokok. Saya kenal dia ini sering belanja di kede saya. Saya curiga uangnya palsu," katanya menjawab pertanyaan Hakim Ketua Saidin Bagariang.

Dikatakan Sofian, terdakwa kembali datang membeli rokok dengan uang palsu, sehingga Sofian menghentikan terdakwa.

"Datang lagi dia baru saya lobi, saya dekati sia bagus-bagus karena tamutnya kabur. Tapi dia tidak mengakui dan kabur ke parit, pedagang lain ikut ngumpul melihat kejadian itu," katanya.

Sofian mengaku bukan hanya dia yang menjadi korban uang palsu terdakwa melainkan ada beberapa pedangan lainnya.

"Karena beberapa kedai banyak yang jadi korban," cetusnya.

Usai mendengar keterangan saksi, majelis hakim menanyakan kepada terdakwa, lantas terdakwa mengaku batu satu kali beraksi.

"Cuma sekali pak, duitnya dapat dari teman aku beli," ucapnya.

Usai mendengar keterangan saksi, Majelis Hakim menunda sidang pekan depan dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Sementara itu dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Joice Sinaga menuturkan bahwa perkara ini bermula pada hari Senin tanggal 17 Mei 2021 sekitar pukul 18.00 WIB, Terdakwa bertemu dengan Andi (belum tertangkap) di Jalan Mencirim Pondok, lalu Andi mengatakan kepada Terdakwa 'Ini ada uang palsu kalau bisa kau carikan hasilnya bagi dua kita'.

Kemudian Andi memberikan uang kertas yang bukan dikeluarkan oleh Bank Indonesia dengan pecahan Rp 20.000 sebanyak Rp 500 ribu dan Terdakwa menerima uang tersebut.

Selanjutnya, pada Jumat 21 Mei 2021, Terdakwa menggunakan uang tersebut membeli gorengan Rp10.000.

Setelah itu Terdakwa pergi ke Jalan Bunga Raya Kelurahan Asam Kumbang Kecamatan Medan Selayang. Di sebuah warung Terdakwa membeli rokok sebanyak 5 bungkus dengan menggunakan uang palsu tersebut.

"Kemudian pada Sabtu tanggal 22 Mei 2021, Terdakwa melintas dan singgah di warung tempat Terdakwa membeli rokok sebelumnya yang menggunakan uang kertas yang bukan dikeluarkan oleh Bank Indonesia, namun ternyata saksi Sofian Hiser Sitompul pemilik warung tersebut mengetahui bahwa uang yang dipergunakan Terdakwa membeli rokok sebelumnya adalah uang kertas yang bukan dikeluarkan oleh Bank Indonesia," kata Jaksa.

Lalu, Sofian beserta masyarakat setempat menangkap Terdakwa dan melaporkan Terdakwa ke Polsek Medan Sunggal. Beberapa saat kemudian anggota kepolisian Polsek Medan Sunggal melakukan penangkapan terhadap Terdakwa.

Saat dilakukan penggeledahan ditemukan uang kertas yang bukan dikeluarkan oleh Bank Indonesia pecahan Rp 20.000.

"Kemudian para saksi melakukan interogasi terhadap Terdakwa dan Terdakwa mengakui bahwa barang tersebut adalah miliknya yang diperoleh dari Andi selanjutnya Terdakwa berserta barang bukti dibawa ke Polsek Sunggal guna proses lebih lanjut," kata Jaksa.

Perbuatan Terdakwa kata Jaksa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 244 KUHP.

Sumber: tribunnews.com