HETANEWS.com - Oknum Polri di Medan dibacok hingga dianiaya puluhan orang tak dikenal (OTK) di Komplek Kalpatraru Indah, Kecamtan Helvetia Surya Ningsih, Minggu, (31/10).

Kasus ini pun langsung diselidiki Polrestabes Medan yang sudah mengantongi nama-nama pelaku penyerbuan, penganiyaan hingga pengerusakan.

Wakapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

"Kita sudah mengantongi nama-nama pelakunya dan saat ini sedang kita melakukan pengejaran," katanya saat paparan di Mapolrestabes Medan, Senin (1/11).

Dia katakan, para pelaku dijerat dengan Pasal 170 Ju 351 KUHPidana.

"Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," ungkap Irsan.

Aksi kronologi peristiwa pengeroyokan ini, dia jelaskan bermula ketika bisnis sewa menyewa dump truk antara korban Edi Susanto dan terlapor berinisial D dan H terjadi perselisihan.

"Selama proses waktu berjalan ada ketidaksepakatan dan selanjutnya, saudara H dan saudara D beserta dua rekannya melakukan penagihan ke kediamannya Edi Susanto (22 Oktober 2021) untuk membicarakan pembagian hasil dari pekerjaan yang telah mereka lakukan bersama," kata Irsan.

Selama proses penagihan tersebut, dia katakan, terjadi komunikasi tidak baik keluar kata-kata yang tidak pantas sehingga terjadilah keributan antara kelompok antara saudara Edi Susanto dan saudara H dan D.

Baca juga: Kronologi dan Penyebab Penyerangan Rumah dan Pembacokan Anggota Polsek Medan Timur

Lanjutnya menuturkan, melihat situasi yang tidak berimbang terlapor inisial D dan H pergi keluar rumah. Selang beberapa jam kemudian saudara H dan D mendatangi lagi kediaman Edi Susanto di Perumahan Kalpataru Indah.

"Dengan beberapa orang menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat, ketika sampai di kediaman saudara Edi Susanto sudah tidak berada di rumah," katanya.

Istri korban merupakan seorang Polwan, Aiptu Surya Ningsih yang melihat situasi mengerikan datangnya puluhan preman yang membabi-buta melempari rumah lalu meminta pertolongan dengan memberitahukan kepada suaminya.

"Setelah mendapat informasi dari istrinya, saudara Edi dan saudara Eko (anggota Polsek Medan Timur) berangkatlah ke rumah, sesampainya di rumah mereka melihat orang sudah ramai," ungkapnya.

Situasi semakin memanas, tatkala pelaku penyerbuan melihat Edi dan mencoba menyerangnya. Adik Edi yang merupakan anggota Polri yang saat itu tidak memakai pakaian dinas, spontan menolong abangnya.

"Dan beberapa orang yang melakukan pengerusakan itu ada yang mengenal saudara Edi dan secara spontan adiknya menyampaikan ke abangnya untuk menyelamatkan diri, disitulah terjadi perkelahian dan penganiayaan (terhadap anggota Polri) dan terjadi juga pengerusakan terhadap kendaraan unit Edi Susanto," jelasnya.

Atas kejadian ini, Wakapolrestabes Medan membantah kabar yang menyebutkan kota Medan mencekam.

"Rekan rekan bisa melihat kalau bicara Medan kan universal luas sekali, tidak mencekam, mungkin di lokasi agak ramai daripada biasanya, yang jelas Medan tidak mencekam," jelasnya.

Baca juga: Duduk Perkara Polisi Dibacok OTK Diduga Ormas di Medan, Buntut Penyewaan 7 Dump Truck

Sumber: indozone.id