SIMALUNGUN, Hetanews.com - Jaksa Juna Karo Karo menyebut terdakwa Ade Sanjaya alias Dedek (23) penduduk Pematang Kerasaan Rejo Nagori Pematang Bandar Simalungun sebagai pemilik 11 paket sabu. Dipersalahkan melanggar pasal 112 (1) UU RI No.35/2009 tentang kepemilikan narkotika.        

Terdakwa pun dituntut jaksa selama 6 tahun denda Rp 800 juta subsider 6 bulan penjara. Terbukti memiliki 1,68 gram sabu (bruto).           , 

Namun, majelis hakim diketuai Nurnaningsih SH berpendapat lain dan menjatuhkan vonis 7 tahun denda Rp.1,2 Milyar subsider 6 bulan penjara. Ade Sanjaya dinyatakan bersalah melanggar pasal 114 (1) UU RI No 35/3009 tentang menjadi perantara, menjual/membeli narkotika.

Vonis hakim dibacakan dalam persidangan PN Simalungun, kemarin. Pengacara Bismar Siahaan SH dari Posbakum PN Simalungun ketika ditanya wartawan, Kamis (28/10) membenarkan jika Ade Sanjaya divonis naik.

"Benar, putusannya naik dari tuntutan jaksa,".

Menurut majelis hakim, terdakwa membeli sabu seharga Rp 900 ribu dari Mahong (DPO) Selasa 1 Juni 2021 pukul 08.00 Wib di Simpang Pelita P Kerasaan. Kemudian sabu sebanyak itu dibagi oleh terdakwa menjadi 11 bungkus dan sudah laku dijual satu bungkus seharga Rp 100 ribu.           

Saat terdakwa mencari pembeli dan duduk di Simpang Capucino Kerasaan, tiba-tiba polisi Gordon P Saragih dkk datang dan mengamankan terdakwa bersama barang bukti 10 bungkus kecil sabu. Sebuah handphone merk Nokia yang disimpan terdakwa di dalam dompet warna biru.            

Lalu polisi menyerahkan terdakwa berikut barang bukti yang disita darinya ke Satnarkoba Polres Simalungun untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.           

Terdakwa terbukti membeli sabu untuk dijual kembali, bahkan sudah laku terjual sebanyak 1 paket. Atas putusan tersebut, jaksa dan terdakwa masih pikir-pikir.