SIMALUNGUN, hetanews.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) merupakan tempat dimana pelaku-pelaku tindak kejahatan yang telah menerima vonis ataupun sedang menjalani persidangan dititipkan, dan seharusnya tempat tersebut merupakan tempat dimana pelaku-pelaku tindak kejahatan merenungkan perbuatannya guna nantinya setelah kembali kemasyarakat perilakunya dapat berubah.

Namun tujuan yang baik didalam lapas tersebut dianggap sebagai hisapan jempol saja, bahkan banyak masyarakat yang beranggapan jika seseorang ditahan didalam lapas adalah "sekolah", hal ini disebabkanya tak jarang ditemukan berbagai praktik-praktik kejahatan bisa bebas dilakukan di dalam Lapas, salah satu praktik kejahatan yang saat ini sedang marak yakni Parengkol atau penipuan via telepon seluler dan rekenong bodong.

Penghasilan dari praktik tersebutpun terbilang fantastis, berdasarkan informasi yang diterima per minggunya penghasilan yang dihasilkan oleh parengkol atau penipu ini bisa mencapai angka puluhan juta rupiah, dan saat ini praktik kejahatan ini menjadi salah satu primadona di dalam lapas.

Usut punya usut, ternyata Lapas Kelas II A Siantar mempunyai pelaku kejahatan tersebut, berdasarkan informasi, Selasa (26/10/2021) yang dihimpun ada salah satu nama yang tidak asing lagi dalam praktik kejahatan tersebut yakni berinisial ZH atau sering disebut Zainul, informasi yang diterima ZH merupakan Narapidana (Napi) kasus Narkotika dan selalu mengerjakan aktifitasnya disalah satu kamar yang bernama BB 7, Bahkan ZH disebut-sebut sering memberikan sejumlah uang kepada pegawai Lapas.

Tentu hal ini merupakan masalah serius yang harus segera ditangani oleh Kementrian Hukum dan Ham (Kemenkumham), karena akibat dari perbuatan tersebut tak jarang masyarakat mengalami kerugian yang bahkan mencapai angka yang fantastis, bahkan sering terjadi penipuan yang mengatas namakan orang tertentu, sehingga menjadi momok bagi masyarakat.

Sehingga masyarakat mengharapkan agar kemenkumham, melalui Kanwil Sumut menerunkan teamnya guna menginvestigasi kebenaran informasi tersebut.