SIANTAR, HETANEWS.com - Pelaku pembuat tas awas ada bom yang ternyata isinya bongkahan keramik, Reno Ryanda (40), diserahkan polisi ke Dinas Sosial P3A Siantar setelah menjalani observasi.

Satuan reserse kriminal [Satreskrim] Polres Siantar memastikan kasus tersebut masih berlanjut. 

Setelah menerima hasil observasi dari pihak RSJ ILDREM Medan, pihak reskrim akan melengkapi berkas perkara untuk diajukan ke Kejari Siantar. 

“Setelah kita mintai keterangan dokter [Ahli], berkas perkaranya akan kita limpahkan lagi kepada jaksa,” kata Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Edi Sukamto diwawancarai wartawan Jumat 22 Oktober 2021.

Reno Ryanda dititipkan ke Panti Rindung Jalan Bali, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar.

Diberitakan, sebuah tas ransel bertuliskan "Awas Ada Bom" digantung di tiang besi di bawah sebuah plang persis di simpang antara Jalan Gunung Simanuk manuk dan Jalan MH Sitorus, Kecamatan Siantar Barat, Senin (30/8/2021).

Tim Penjinak Bom (Jibom) mengevakuasi tas bertuliskan 'Awas Ada Bom' tersebut. 

Polisi dari Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres meringkus pelaku Reno Ryanda terduga pelaku pembuat tas 'Awas Ada Bom' Selasa (31/8/2021).

Polisi mengamankan pelaku di jalan Adam Malik, Kecamatan Siantar Barat, sekitar pukul 10.00 WIB. Saat diamankan RR tidak melakukan perlawanan. 

Baca juga: Jaksa Kembalikan Berkas RR Diduga ODGJ Pelaku Teror Bom Palsu

Baca artikel lainya terkait Tas diguga Bom