HETANEWS.com - Menurunnya lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia telah membuat berbagai aktivitas masyarakat kembali beranjak ke kondisi relatif normal. Namun, hal ini bukan berarti kasus infeksi sudah sepenuhnya menghilang.

Penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini masih ada dan mengintai di sekitar masyarakat dan masih tetap dapat membuat seseorang tertular. Apalagi gejala yang ditimbulkan punya kemiripan dengan penyakit lain.

Untuk kembali meningkatkan kewaspadaan, berikut kumparan telah merangkum gejala yang paling sering dialami oleh orang yang terinfeksi corona serta perbedaannya dengan flu yang disebabkan virus influenza.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, kedua penyakit ini memang punya gejala yang nyaris sama. Umumnya orang yang terinfeksi corona maupun flu akan merasakan gejala seperti:

-demam

-kesulitan bernapas

-pilek atau hidung berair

-pusing

-kelelahan

Dari seluruh gejala tersebut, tentu cukup sulit untuk membedakan apakah seseorang yang mengalaminya terinfeksi corona atau hanya flu. Terdapat sejumlah gejala spesifik yang disebabkan

COVID-19, yaitu:

-kehilangan penciuman dan perasa

-muntah atau diare

-napas pendek

-batuk

Selain itu, bagi pasien COVID-19, gejala umumnya dirasakan sekitar 2-14 hari setelah terpapar virus. Sementara untuk flu sekitar 1-3 hari dari waktu pertama kali terinfeksi.

Berdasarkan hasil penelitian Czubak dkk yang dipublikasikan PubMed pada Januari 2021, gejala yang paling sering dilaporkan oleh pasien COVID-19 dengan tingkat keparahan rendah adalah batuk (70%), demam (45%), nyeri otot (29%), dan sakit kepala (21%). Sedangkan sakit tenggorokan (12%), dan rinore atau hidung berair (4%).

Sementara pada flu biasa, gejala tersebut dirasakan lebih sering yakni sakit kepala (89%), rinore atau hidung berair (81%), nyeri otot (94%), dan sakit tenggorokan (84%).

Sumber: kumparan.com