SIANTAR, HETANEWS.com - Seorang pria inisial A (26) nyaris dihakimi massa di Jalan Wahidin, Dwikora, Siantar Barat, Minggu (24/10/2021) sekitar pukul 17.00 WIB.

Peristiwa itu bermula dari pengakuan rekannya D (30) menyebut, A menjual sepeda motornya beberapa waktu lalu. 

D bertemu A di salah satu kedai tuak di Kabupaten Simalungun.

“Sudah hampir dua bulan, kejadiannya. Dulu sama kami minum tuak di Tanjung Pinggir, terus dipinjam nya kereta ku Satria FU karena percayanya sama dia. Tapi malah nggak balek, dia langsung ngilang,” ujar D.

Warga di sekitar lokasi yang melihat peristiwa itu nyaris menghakimi A. Mendengar penjelasan D, A mengakui perbuatannya di hadapan warga.

Ia bilang sepeda motor milik D telah dijual dengan harga Rp 500.000. Sementara uang penjualan dibelanjakan minuman. 

Menurut A, ia kesal kepada temannya D lantaran selalu membebani pembayaran minuman saat mereka minum bersama.

Beberapa anggota Polisi berpakaian preman datang ke lokasi kejadian setelah dihubungi. 

A dengan kondisi luka dibagian wajah dibawa polisi dengan mobil pribadi ke Polres Siantar untuk dimintai keterangan. Sementaranya rekannya D menyiapkan laporan pengaduan.