Medan, hetanews.com - Peredaran narkotika jenis sabu-sabu berhasil digagalkan oleh Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan, Polda Sumatra Utara (Sumut). Polda Sumut berhasil menggagalkan peredaran 23 kilogram (kg) sabu dengan menangkap delapan orang tersangka dalam waktu dan lokasi yang berbeda.

Hal ini disampaikan oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko pada Rabu (20/10). Riko menjelaskan, pengungkapan kasus narkoba ini berawal dari penangkapan tersangka pertama pada 16 September 2021 di Kabupaten Deli Serdang, dengan barang bukti 0,13 gram sabu-sabu.

Sementara itu, saat ini petugas kepolisian masih mengembangkan kasus ini untuk menangkap pelaku-pelaku lainnya. "Jaringan ini masih akan kami kembangkan lagi untuk menangkap pelaku-pelaku lainnya," ujar Riko.

Adapun tersangka yang sudah ditangkap yakni masing-masing berinisial S (22), GS (43), MJ (26), HS (26), I (47), SNU (30), FS (26), dan EA (38). Melansir dari unggahan Instagram @polrestabes.medan pada Rabu (21/10), berikut informasi selengkapnya.

Riko menjelaskan, awalnya Personel Sat Narkoba menangkap seorang pria berinisial SK (22) di Jalan Sidomulyo, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, pada 16 September 2021.

Setelah dilakukan pengembangan, polisi kembali menangkap seorang pria berinisial GS (43) di Sunggal. Dalam penangkapan tersebut, satu rekannya GS berinisial MJ (26) melarikan diri.

Kemudian, pada 30 September 2021, ada tiga orang lainnya yang dibekuk di lokasi berbeda. Salah satunya seorang perempuan berinisial SNU (30), ditangkap di Jalan HM Said, Kecamatan Medan Timur. Serta polisi berhasil menangkap MJ di hari yang sama.

Kemudian, tersangka HS (26) diamankan di Jalan Sei Mencirim dan IS (47), diamankan di Jalan Kompos, Kecamatan Medan Sunggal.

Selanjutnya, pada 11 Oktober 2021 dini hari, tepatnya pukul 02.00 WIB di Jalan Perkebunan, Kelurahan Sei Bulai, Kabupaten Batubara, polisi berhasil menangkap dua tersangka berinisial FS (42) dan EA (38).

  • Tersangka Terancam Hukuman Mati

Dari tangan tersangka GS, polisi menyita 1 kg sabu, uang tunai Rp100 ribu, dan sepeda motornya. Sementara dari tersangka lainnya, masing-masing didapatkan barang bukti berupa 3,91 gram sabu, 9,12 gram sabu, 2,02 gram sabu.

Sementara dari tersangka IS, juga diamankan satu pucuk senjata api jenis revolver, 17 butir amunisi dan uang tunai Rp 41,9 juta.

Kemudian polisi juga menemukan barang bukti 1 karung goni berisi 22 bungkus kemasan teh China berisi narkoba jenis sabu seberat 22 kg di dalam 1 unit mobil Toyota Avanza.

Riko mengatakan, tersangka FS mengaku baru satu kali menjadi kurir. Ia diberi upah Rp5 juta per kg.

"Jadi kalau 22 kg, sekitar Rp110 juta honor FS. Dari pemeriksaan, sabu ini akan diperjualbelikan di Kota Medan," katanya.

Dalam kasus ini, delapan tersangka tersebut dikenakan Pasal 114 ayat 1 dan 2 subs 112 ayat 1 jo Pasal 132 UU RI No 35/2009 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup atau hukuman mati.

sumber: merdeka.com