Medan, hetanews.com - Belum lama ini, viral di media sosial soal dugaan sejumlah barang bukti sitaan berupa knalpot sengaja diperjual belikan oleh pihak kepolisian.

Video itu pertama kali diunggah oleh akun TikTok bernama @notyourt1pe dan diunggah kembali oleh akun Instagram @medantau.id pada Kamis (21/10).

Dalam video itu, pengunggah video menceritakan bahwa Ia kena tilang pada 14 Oktober 2021. Karena knalpot sepeda motor yang Ia pakai tidak sesuai standar, akhirnya knalpot tersebut disita dan harus membayar denda.

"Ditilang tanggal 14 oktober 2021, dengan catatan knalot ditahan. Yaudah kita ikuti prosedurnya, ganti knalpot std beserta membayar denda dendanya," tulis keterangan di video itu.

Namun, Ia mengaku dibuat kaget karena menemukan knalpot yang diduga miliknya yang disita tersebut dijual di salah satu marketplace di Facebook.

"Knalpotnya dijual di marketplace FB," tulis akun itu.

Video viral ini pun telah mendapatkan tanggapan dari Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Sonny Siregar. Ia membantah pihaknya menjual barang bukti sitaan berupa knalpot tersebut di sebuah marketplace.

Sonny mengatakan, bukti sitaan knalpot dalam video itu sampai saat ini masih disimpan dalam penampungan barang bukti.

"Barang bukti tersebut hingga kini masih berada di tempat penampungan barang bukti knalpot sitaan, dan dikerangkeng di bawah pohon Unit Turjawali Satlantas Polrestabes Medan," katanya pada Kamis (21/10).

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memperjualbelikan barang bukti sitaan.

Pihak kepolisian pun kemudian melakukan penyelidikan terkait penyebar video viral itu dan akan memberikan sanksi oknum tersebut.

"Ini masih kami selidiki," ujarnya pula.

  • Penyebar Video Minta Maaf

Sementara itu, usai video viral itu ditangani polisi, akun TikTok @notyourt1pe kemudian mengunggah video baru.

Pria pelaku penyebar video itu akhirnya meminta maaf karena telah menyebarkan video dengan informasi hoaks dan telah menghapus video itu dari akunnya.

"Selamat malam, saya selaku pemilik akun TikTok tersebut di sini saya akan mengklarifikasikan permasalahan yang terjadi tentang video hoaks yang beredar luas di TikTok dan sosial media lainnya. Secara lebih jelas, agar tidak menimbulkan pro dan kontra lagi, di sini saya ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolda Sumut agar ke depannya saya lebih bijak lagi dalam menggunakan sosial media," ujarnya.

Di video itu, Ia tak sendiri. Salah satu rekan penyebar video yang merupakan pemilik kendaraan bermotor yang ditilang juga menyatakan permintaan maaf.

"Saya selaku pemilik kendaraan bermotor juga mengaku bersalah telah melakukan pelanggaran terhadap sepeda motor saya dan video kami yang beredar luas di sosial media. Jadi di sini saya ingin memohon maaf sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolda Sumut dan netizen sekaligus atas beredarnya video hoaks yang merupakan kesalahpahaman dari kami," ujarnya.

sumber: merdeka.com