Medan, hetanews.com - Setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai dilonggarkan, peminat pengguna transportasi kereta api di Sumatra Utara (Sumut) pun ikut meningkat.

Dengan meningkatnya permintaan masyarakat ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumut mengoperasikan kembali Kereta Api Sribilah rute Medan-Rantauprapat. Hal ini disampaikan oleh Manager Humas PT KAI Divre I Sumut Mahendro Trang Bawono pada Kamis (21/10).

"KA Sribilah sudah dioperasikan kembali sejak Oktober ini karena banyak permintaan dari calon penumpang," ujarnya.

KA Sribilah beroperasi pada Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu, sedangkan dari Rantauprapat, pada Jumat, Sabtu, Minggu, dan Senin.

Untuk jadwal keberangkatannya, kereta api ini berangkat dari Medan pukul 15.00 WIB dan dari Rantauprapat pukul 07.45 WIB. Dengan dioperasikannya KA Sribilah, maka sudah 32 KA yang beroperasi di Sumut di tengah pandemi Covid-19.

  • Syarat Perjalanan

Bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan menggunakan KA Sribilah, wajib menunjukkan hasil negatif dari pemeriksaan layanan uji cepat antigen.

Mulai 24 September 2021 lalu, KAI sudah menurunkan tarif layanan uji cepat antigen menjadi Rp45 ribu dari sebelumnya Rp85 ribu.

Hal ini dimaksudkan agar pelanggan merasa lebih mudah dan nyaman serta tidak ragu untuk melakukan layanan uji cepat antigen sebelum melakukan perjalanan menggunakan kereta api.

  • Aturan Penggunaan NIK

Sementara itu, PT KAI Indonesia sebelumnya telah mengeluarkan aturan baru yakni dengan memberlakukan penggunaan nomor induk kependudukan (NIK) baik penumpang dewasa maupun anak-anak mulai 26 Oktober 2021 mendatang.

Sedangkan warga negara asing (WNA) wajib menggunakan nomor identitas paspor.

"Ketentuan tersebut bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam upaya penggunaan NIK pada semua sektor layanan publik sesuai dengan Perpres Nomor 83 Tahun 2021 tentang Pencantuman dan Pemanfaatan NIK dan atau Nomor Pokok Wajib Pajak Dalam Pelayanan Publik," kata VP Public Relations KAI Joni Martinus pada Selasa (19/10).

Penggunaan NIK dan paspor ini juga untuk memvalidasi status vaksinasi dan pemeriksaan Covid-19 calon pelanggan, apalagi saat ini KAI telah mengintegrasikan aplikasi PeduliLindungi dengan sistem boarding KAI.

sumber: merdeka.com