Jakarta, hetanews.com - Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) diagendakan akan terbang ke Italia pada akhir Oktober. Kunjungan kerja ini untuk menghadiri serah terima Presidensi G20 dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Roma.

Walaupun begitu, dia menjelaskan, kepastian kehadiran Jokowi akan diumumkan oleh pihak Kementerian Sekretariat Negara (Kemensekneg).

"Dari informasi yang didapatkan Presiden akan berangkat untuk menerima kepemimpinan G20 di Roma. Tapi mengenai kepastian itu memang pihak Kemensesneg yang akan menentukan," kata Fadjroel di lingkungan Istana Presiden, Jumat (22/10).

Dia meminta agar publik menunggu keputusan dari Kemensesneg. Apakah Jokowi akan hadir dalam agenda tersebut.

"Kita akan menunggu pada saatnya akan dari Kemensekneg. Kapan presiden akan berangkat dan siapa saja yang akan ikut menghadiri dari penyerahan presiden G20," pungkasnya.

Diketahui tongkat estafet Presidensi G20 akan diserahkan secara resmi oleh PM Italia kepada Presiden Joko Widodo pada 30-31 Oktober 2021 mendatang, di Roma.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan ini merupakan kali pertama Indonesia menjadi Presidensi G20, sejak forum ini dibentuk pada 1999 yang lalu. Sehingga, Indonesia menjadi negara kelima di benua Asia yang dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan akbar tersebut.

"Karena dari basket Asia, baru 4 negara yaitu Jepang, RRT, Korea Selatan dan Saudi Arabia yang sudah pernah menjadi tuan rumah Presidensi G20," bebernya dalam Konferensi Pers Menuju Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022, ditulis Rabu (15/9).

Dia memperkirakan penyelenggaraan Presidensi G20 itu akan melahirkan sederet dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Adapun beberapa manfaat langsung yang dapat dicapai jika pertemuan dilaksanakan secara fisik adalah peningkatan konsumsi domestik hingga Rp 1,7 Triliun, penambahan PDB nasional hingga Rp 7,4 Triliun, pelibatan UMKM, dan penyerapan tenaga kerja sekitar 33 ribu di berbagai sektor.

"Dengan sekitar 150 pertemuan selama setahun penuh, secara agregat Pemerintah memperkirakan manfaat ekonomi yang mungkin timbul dari pelaksanaan rangkaian kegiatan Presidensi G20 Indonesia dapat mencapai 1,5 sampai 2 kali lebih besar dari pelaksanaan IMF-WBG Annual Meetings 2018 di Bali," ujar Menko Airlangga. 

sumber: merdeka.com