TEBING TINGGI, Hetanews.com - Hama lalat menyerbu rumah warga di Dusun 10 Desa Paya Pinang Kecamatan Tebing Sah Bandar Kabupaten Serdang Bedagai .Kondisi tersebut membuat masyarakat di kawasan ini geram.

Kabar itu dibenarkan  Ernawati ( 50 ) warga sekitar kandang.  Menurutnya, serangan  lalat terparah terjadi sejak setahun terakhir.

Usut punya usut dan berdasarkan keterangan dari Kadus (Kepala Dusun) 10 Didit, Rabu (20/10/2021) lalat tersebut ternyata berasal dari  kandang ayam  milik salah seorang pengusaha  yang ada di pinggiran sungai  Dusun 10 tersebut.

"Sebenarnya serbuan lalat tersebut terjadi sejak ada peternakan di kawasan tersebut. Saat itu tengah musim panen ayam dan cuaca buruk, sehingga larva lalat tidak terkendalikan" kata Didit

Biasanya setiap panen ayam, kata Didit  lalat pun ikut berdatangan ke rumah warga  itu namun tidak sebanyak ini.

" Ini bukan baru pertama kali dan sudah pernah di laporkan ke aparatur Desa dan Kecamatan tapi tidak ada tanggapan  sehingga membuat masyarakat jengkel ditambah lagi masih dalam masa Pandemi," ujarnya.

Ternyata yang terdampak serangan lalat bukan hanya Dusun 10 Desa Paya Pinang, Kecamatan Tebing Syahbandar tetapi juga menyerang rumah warga Lingkungan I  Kelurahan Bagelen Kecamatan Padang Hilir Kota Tebing Tinggi keduanya persis berbatasan.

" Jumlah kandang ayam tidak banyak hanya saja menampung ribuan ekor ayam dan sepertinya pengusaha mengabaikan kebersihan kandang khususnya dalam penanganan limbah berupa kotoran hewan piaraannya " Jelas Kadus Didit dan di aminkan  Nurjanah warga Kelurahan Bagelen Kota Tebing Tinggi.

Selain itu katanya,  kondisi serbuan ribuan lalat tidak pernah berkurang berkurang  walau secara swadaya warga membasmi hama lalat ini  dengan menyemprotkan obat lalat di rumah masing-masing.

Kasus Didit mengimbau agar pengusaha juga memperhatikan dampaknya bagi warga walau sudah mencoba membasmi secara swadaya serta  menjaga kebersihan rumah masing-masing. Namun tetap di serbu lalat yang di duga bersumber dari peternakan ayam tersebut.

Beberapa  warga Dusun 10 dengan di pimpin kadus Didit bersama awak berusaha menjumpai pengusaha peternakan namun belum berhasil.