Siantar, Hetanews.com -Kristofer Simanjuntak (33) jadi terdakwa di Pengadilan Negeri Pematangsiantar, gara gara dilaporkan mertuanya Ferry SP Sinamo, yang kini menjabat sebagai anggota DPRD Kota Pematangsiantar. Agenda persidangan Selasa (19/10) mendengarkan tanggapan terdakwa melalui pengacaranya Eljones Simanjuntak atas surat dakwaan jaksa (eksepsi).

Menurut Kristofer jika Ferry SP Sinamo telah menerima keuntungan sebesar Rp.120 juta pada bulan Juni 2017 hingga November 2020 dari terdakwa Kristofer. Bahkan pada periode Mei 2018 hingga 11 Juni 2020 terdakwa telah mentransfer uang kepada Ferry SP Sinamo sebagai keuntungan untuk keluarga dan kerabat Ferry Sinamo senilai Rp.56.294.250.000.-

Hal tersebut diungkapkan Kristofer melalui pengacaranya dalam nota eksepsi yang dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Pematangsiantar yang digelar secara online, Selasa (19/10).

Disebutkan juga, jika Ferry SP Sinamo sejak awal mengetahui bisnis trading saham yang dilakukan menantunya itu. Terdakwa sudah menjelaskan tentang kesepakatan trading saham di PT RHB Sekuritas Indonesia. Sehingga Ferry SP Sinamo dan kerabatnya sudah mendapatkan keuntungan.

Hingga akhirnya pada Mei 2021, terdakwa dilaporkan Mertuanya itu ke Polres karena tidak lagi memberikan keuntungan.

Dalam persidangan siang itu yang berlangsung di ruang sidang Kartika terlihat Ferry SP Sinamo hadir mengikuti proses persidangan dipimpin hakim Rahmat Hasibuan SH.

Disebut - sebut Ferry SP Sinamo sebagai pelapor malah akan jadi tersangka. Sejumlah nasabah yang telah menanamkan modalnya dalam invest saham tersebut telah mengadukan Ferry SP Sinamo. Bahkan dalam gugatan sederhana (wanprestasi), hakim telah mengabulkan gugatan pemohon agar Ferry SP Sinamo mengembalikan uang senilai Rp 1,7 Milyar.

Sebelum persidangan dimulai, Ferry SP Sinamo terlihat kesal dengan sikap menantunya itu. Karena menurutnya tega menipu keluarganya sendiri, menghabisi mertuanya. 

"Saya memang bandal, tapi bukan kepada keluarga saya," katanya kesal.