Parigi, hetanews.com - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Kapolda Sulteng), Irjen Polisi Rudy Sufahriadi, mendatangi rumah keluarga remaja S yang diduga menjadi korban pelecehan seksual Kapolsek Parigi Moutong berinisial IDGN. S adalah anak dari seorang tersangka yang ditahan di Polres Parigi.

Kedatangan Rudy ingin menyakinkan kepada pihak keluarga bahwa Polda Sulteng akan serius dan profesional dalam menangani kasus tersebut.

Menurut Rudy, setelah mendapat informasi dugaan pelanggaran tersebut, terhitung 15 Oktober 2021, oknum kapolsek di Parigi Moutong langsung dibebastugaskan dan digantikan dengan pejabat sementara. Terkait dengan proses hukum yang sedang berjalan, Rudy menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi sesuai dengan hasil pemeriksaan.

"Saya akan taat hukum. Ini masih diproses, tidak bisa instan. Hukumannya sesuai dengan kesalahannya," katanya lagi.

Rudy menjelaskan, kunjungan Polda Sulteng ke kediaman keluarga korban didampingi Wakil Bupati Parigi Moutong, Badrun Nggai dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak setempat.

"Hasilnya akan kami sampaikan. Yang jelas saya akan profesional," ujarnya pula.

Kasus asusila yang menjerat perwira polisi berpangkat Iptu tersebut berawal dari janji IDGN yang akan membebaskan ayah S jika menuruti keinginannya.

Namun hingga perbuatan tersebut dilakukan, IDGN tidak kunjung membebaskan ayah S yang dipenjara karena tindak pidana.

Sumber: merdeka.com