Siantar, Hetanews.com - Perancis Sihite SH (28) warga Perumahan Tanah Jawa Asri Simpang Nagojor Simalungun memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan. Nota pembelaan (pledoi) tertulis tersebut dibacakan pengacara Erwin Purba SH MH disidang online Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Senin (18/10).

Alasannya, terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. 

Terdakwa dituntut Jaksa Heri Santoso SH, selama 1 tahun penjara potong tahanan sementara yang telah dijalani. Terdakwa terbukti melakukan penggelapan melanggar pasal 372 KUHP.

Awalnya, terdakwa dipercaya korban Evesus Rumondang Sigalingging untuk menyimpan sejumlah perhiasannya. Karena saat itu korban mau melahirkan dan suaminya dinas di luar kota.

Terdakwa sebagai atasan korban di Perusahaan PT Suri Tani Pemuka, sehingga korban yakin dan percaya pada terdakwa. Pada 2 Oktober 2020, korban minta diantarkan ke rumah bidan Hj.Hendrayatni di jalan Rajamin Purba karena mau melahirkan.

Lalu korban menyerahkan kunci rumah dan sejumlah perhiasan kepada terdakwa. Perhiasan berupa 3 gelang emas, 2 kalung, 3 cincin, 3 keping logam mulia dengan berat total 75, 69 gram. Jika dirupiahkan lebih kurang senilai Rp 53 juta.

Ketika korban meminta kunci rumah dan sejumlah perhiasannya kembali pada 2 Desember 2020, ternyata sudah digadaikan oleh terdakwa di Pegadaian Tanah Jawa. Terdakwa berjanji akan menebus semua nya tapi hingga saat ini tidak juga dikembalikan kepada korban.

Persidangan dipimpin ketua majelis hakim Rahmat Hasibuan SH dinyatakan ditunda hingga Senin (25/10) mendatang, untuk pembacaan putusan.