HETANEWS.com - Jika di Pulau Bali Ada Desa Sangeh dan Desa Ubud yang dijuluki sebagai Monkey Forest (Hutan Monyet), di wilayah Danau Toba memiliki wisata Kera Sibaganding

Lokasinya terletak di Hutan Lindung Aek Nauli, Sibatu Loting kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, dengan jarak sekitar 4 Km sebelum Parapat.

Selain hewan primata tempat ini juga adalah salah satu tujuan wisata bagi pengagum tumbuhan endemik yang ada di kawasan hutan Sibatu Loting ini.

Wilayah itu ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Sibaganding. 

Pemandu wisata sekaligus pawang kera, Abdurrahman Manik yang dikenal dengan panggilan Detim Manik mengatakan, kedekatan mereka dengan hewan primata di kawasan itu dimulai ketika orangtuanya bertani sekitar tahun 1980 an. 

Almarhum ayahnya, Umar Manik dan Ibunya Hamidah sempat menetap di hutan namun tidak memperoleh  hasil panen. Kawanan primata menyerbu hasil panen hingga habis tak tersisa.

Sejak kera kera itu berkembang biak lama kelamaan mulai bersahabat dan berinteraksi dengan baik.

Sejak itu Umar memutuskan untuk mengelola tempat itu sebagai taman wisata kera Sibaganding hingga sebelum meninggal dunia pada tahun 2019.

Detim meneruskan pekerjaan ayahnya dan selalu bangga menyebut dirinya anak ‘Parherek Si Manik’.

Terompet

Ratusan primata jenis kera dan Siamang dipanggil dengan sebuah terompet yang terbuat dari tanduk kerbau. Terompet itu dibuat sendiri oleh Umar Manik dan kini diwariskan kepada sang anak. 

Terompet itu ditiup sebagai tanda para kera datang untuk makan. Pekerjaan memberi makan itu serta merawat hewan hewan itu yang kini dilakoni oleh Detim.

Wisata kera ini dibuka mulai Pukul 07.00-15.00 wib. Pengunjung diperbolehkan secara sukarela memberi tip untuk pemandu. Namun yang syarat yang paling adalah membawa buah buahan seperti pisang, jagung, atau membeli di lokasi yang disediakan oleh pengelola.

Dari lapangan berlantai semen, pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan hewan primata. Jaraknya hanya berjarak 200 Meter dari pintu masuk.

Saat terompet itu ditiup, satu persatu kawanan primata bermunculan. Sesekali Detim melakukan atraksi cara memanggil dan memberi makan berbagai jenis kera yang ada.

Oleh Datim, diberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menyuapi makan kera dan siamang yang berjumlah ratusan ini sambil berswafoto.

Detim mengatakan, satu ekor kera diantaranya bertubuh besar dan bertaring tajam dinamai Saddam Husein. Ia dikenal galak dan kurang bersahabat dan memiliki anak bernama Neli.

Butuh dukungan

Geliat wisata di kawasan Sibaganding akhir akhir ini lesu. Begitupun tidak ada bantuan baik suport dari siapapun untuk membiayai makanan dari kera kera itu.

Ia pun berupaya mencari tambahan sebagai youtuber. Ia berharap dari channel YouTube "Anak Parherek Si Manik" dapat cuan agar mampu memberi makan kera kera itu.

Datim berpesan kepada masyarakat khususnya pengguna jalan agar tidak memberi makan hewan hewan primata di jalan jalan lintas di seputaran wilayah Sibaganding.

Kata dia, itu berpotensi menyebabkan kecelakaan terhadap hewan primata ataupun pengguna jalan sendiri.

 "Lokasi telah kita siapkan untuk memberi makan hewan primata itu" kata Detim. 

Dia juga berharap kepedulian dari pemerintah agar serius mengembangkan dan melestarikan lokasi yang dia jaga sebagai salah satu ikon wisata di Danau Toba.

Jika ingin bepergian ke lokasi unik dan menarik di Kawasan Danau Toba, hubungi Latosu Holidays - 085276075316