Bali, hetanews.com - Warga Karangasem Bali dan sekitarnya merasakan guncangan gempa dengan magnitudo 4,8 hingga 5 detik. Kuatnya guncangan membuat warga panik berhamburan keluar rumah dini hari tadi.

"Menurut keterangan BPBD Kabupaten Bangli, guncangan gempa dirasakan kuat oleh warga selama 5 detik. Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah saat gempa terjadi," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya, Sabtu (16/10).

Getaran gempa juga membuat longsor di sejumlah titik. Bahkan jalur yang seharusnya dipakai untuk mengevakuasi warga terdampak gempa juga tidak bisa dilalui.

Dalam peristiwa itu, tercatat ada tiga korban meninggal dunia dengan rincian satu warga Karangasem dan dua dari masyarakat Bangli. Selain itu, tujuh warga mengalami luka berat. Pusdalops BNPB masih terus memantau dan melakukan koordinasi dengan BPBD terdampak untuk mendapatkan informasi terkini.

"Masyarakat diimbau untuk waspada dan siap siaga terhadap potensi gempa susulan. Di samping itu, warga diharapkan tidak terpancing oleh informasi hoaks, khususnya yang beredar di media sosial," Muhari menandaskan.

Ditambahkan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bangli, I Ketut Agus Sutapa, sampai pagi tadi tercatat tiga kali gempa susulan. Adapun lokasi longsor di Dusun Cemara Landung, Desa Teruyan yang persis di pinggir Danau Batur atau dibawah kaki Bukit Abang.

"Memang bermukim di bahwa kaki Gunung Abang si korban, di pinggiran danau," imbuhnya.

Sementara, untuk kerusakan di TKP dari catatannya ada 5 KK yang menghuni dan 5 bangunan yang rusak. Kemudian, fasilitas pendukung seperti alat transportasi, berupa mobil dan sepeda motor juga mengalami rusak.

Selain itu, untuk di wilayah Bangli lainya seperti di beberapa titik di Desa Buahan ada atap kantor desa mengalami rusak dan di Desa Kedisan satu unit rumah rata dengan tanah.

"Kemudian, di wilayah lain di titiknya belum kami dapatkan secara pasti. Namun, berdasarkan koordinasi tadi ada beberapa fasilitas warga mengalami kerusakan ringan.

Bahkan salah satu fasilitas Puskesmas di Desa Susut mengalami kerusakan berat saat gempa. Total kerusakan bangunan untuk sementara masih dilakukan pendataan," ujarnya.

sumber: merdeka.com