HETANEWS.com - Beberapa hari lagi, kasus pembunuhan yang menewaskan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu di Subang, Jawa Barat akan memasuki bulan kedua. Namun, hingga kini, polisi masih belum mampu mengungkap siapa pelakunya.

Meski demikian, tim kepolisian memastikan, kasus tersebut sudah memasuki babak akhir. Kini, mereka tengah memeriksa ulang sejumlah bukti dan berjanji bakal mengumumkan pelaku dalam waktu dekat.

Pakar hukum Dr Musa Darwin Pane mengatakan, pembunuhan tersebut kemungkinan besar tidak dilakukan secara langsung, melainkan melibatkan pembunuh bayaran dan aktor intelektual.

Melalui pengamatannya sejauh ini, Musa yakin, pelaku tersebut merupakan orang terdekat korban yang mendapat keuntungan dari kematian tersebut.

“Saya sih (yakin), pelaku adalah orang dekat, setidaknya aktor intelektual yang menginginkan kematiannya atau yang berpotensi mendapat keuntungan dari kematian tersebut,” ujar Musa, dikutip Hops, Jumat 15 Oktober 2021.

Menurutnya, pembunuhan merupakan aksi yang terdorong dari niat dan kesempatan. Nah, kedua hal tersebut biasanya hanya dimiliki orang-orang terdekat yang kerap bersentuhan langsung dengan korban.

“Tetapi patut diduga adalah orang dekat yang mengetahui akses leluasa melakukan eksekusi pembunuhan ibu dan anak di Subang tersebut,” terangnya.

“Kalau orang jauh dan gak ada ikatan dengan orang terdekat, bagaimana mungkin bisa mudah mengetahui akses ke TKP dan jejak-jejak pun nampak diamankan,” tambahnya.

Baca juga: Benarkah Polisi Kebingungan dalam Mengungkap Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang? Begini Kata Pakar Hukum

Pendapat berbeda soal pembunuh Tuti Amalia di Subang

Berbeda dengan Musa, pakar hukum pidana, Heri Gunawan justru menduga, pelaku pembunuhan mungkin bukan orang terdekat korban. Sebab, jika memang dekat, mengapa lama terungkap?

“Kalau saya lihat gini, kasus ini polisi terlalu terburu-buru menyatakan pelaku orang dekat. Ada sesuatu yang mis (terlewat), tidak ditemukan polisi,” tutur Heri.

Berbeda dengan Musa, pakar hukum pidana, Heri Gunawan justru menduga, pelaku pembunuhan mungkin bukan orang terdekat korban. Sebab, jika memang dekat, mengapa lama terungkap?

“Kalau saya lihat gini, kasus ini polisi terlalu terburu-buru menyatakan pelaku orang dekat. Ada sesuatu yang mis (terlewat), tidak ditemukan polisi,” tutur Heri.

Baca juga: Pembunuh Tuti-Amel Pelan-pelan Tersingkap, Yosef Mendadak Tak Tenang

Sumber: hops.id