MOJOKERTO, HETANEWS.com -  TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-112 Kodim 0815/Mojokerto TA. 2021 di Desa Duyung, Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, sudah berakhir Kamis 14 Oktober 2021.

Pada TMMD Ke-112 Kodim 0815/Mojokerto TA. 2021 ini, terdapat lima sasaran fisik dan 20 kegiatan non fisik yang sudah dituntaskan dengan capaian 100 persen.

Selain sasaran fisik yang termasuk dalam program kegiatan, pada TMMD ini juga terdapat sasaran tambahan atau over prestasi berupa pengecoran jalan tembus antara Desa Duyung dan Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, dengan volume 35 meter x 6 meter.

Seluruh sasaran fisik termasuk sasaran tambahan atau over prestasi sudah berhasil dituntaskan Satgas TMMD dan masyarakat setempat, pada pekan lalu.

 Demikian disampaikan Danramil 0815/17 Trawas Kapten Arh Suminto, Jum’at (15/10/2021).

Saat pengerjaan sasaran tambahan, lanjutnya, Satgas TMMD bersama masyarakat penggarapannya dilakukan setelah pengerjaan sasaran fisik bahkan dilembur hingga malam hari. “Alhamdulillah, sepekan sebelum penutupan TMMD, sasaran tambahan ini sudah selesai dan bisa dimanfaatkan warga dikedua desa yang terhubung”, ungkapnya.

Sementara itu Perwira Koordinator (Pakor) Sasaran Tambahan Jalan Poros Desa, Letda Inf Subini yang didampingi Babinsa Desa Duyung Serma Supi’i, saat di lokasi sasaran tambahan, mengatakan, jalan penghubung antar desa ini sudah bisa dimanfaatkan warga sejak selesai dikerjakan pekan lalu.

Ditambahkan Babinsa Desa Duyung Serma Supi'i, jalan poros antar desa ini bagian dari program Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto.

“Jalan ini sudah lama rusak, sekitar enam tahun, dan belum sempat diperbaiki. Namun ketika ada Program TMMD, jalan poros ini masuk dalam sasaran tambahan”, tambahnya.  

Pantauan di lapangan, saat melakukan pengecekan akhir di lokasi sasaran tambahan, Letda Inf Subini bersama Babinsa berinteraksi dengan beberapa orang warga yang sedang melintasi jalan poros desa dari Desa Duyung ke Desa Tamiajeng dan sebaliknya.

Beberapa orang warga pengguna jalan tersebut menyambut gembira dengan tuntasnya pengecoran jalan poros antar desa tersebut.

Salah satunya, Kanah (67) warga Dusun Duyung, yang sehari-hari membuka warung kopi dan menyediakan mie dan rokok.

Dikatakan Kanah, dengan terhubungnya jalan poros tersebut, banyak warga Desa Tamiajeng yang datang ke warung miliknya.

“Sebelum jalan ini dicor, warga desa sebelah enggan datang ke warungnya mungkin karena malas harus melalui jalan rusak. Namun setelah pengecoran ini, jalan menjadi lebih nyaman untuk dilintasi, maka warga banyak yang datang ke warungnya untuk minum kopi, makan mie dan beli rokok,”, ujarnya. 

Ungkapan senada juga terlontar dari Samsul (49), warga Dusun Duyung, Bambang (54) warga Desa Tamiajeng dan Adi Yahman (19) warga Desa Penanggungan, yang sehari-hari melintasi jalan tersebut karena harus beraktivitasnya di luar desa.

Mereka sangat berterima kasih dengan adanya pengecoran jalan penghubung antara Desa Duyung dan Desa Tamiajeng.

Beberapa warga tersebut menyampaikan terima kasihnya dengan adanya TMMD yang salah satunya mengecor jalan poros desa.

”Terima kasih tak terhingga kami ucapkan kepada bapak-bapak TNI, dengan adanya kegiatan TMMD di desa ini dampaknya sangat luar biasa dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar khususnya warga pengguna jalan poros Dusun Duyung - Desa Tamiajeng”, ungkap Samsul.