Medan, hetanews.com - Pembayaran parkir non tunai di Kota Medan, Sumatra Utara (Sumut) akan mulai diterapkan pada 18 Oktober 2021 mendatang. Selain memudahkan masyarakat, pembayaran non tunai ini juga untuk membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Medan memantau dan mengecek besaran pendapatan asli daerah (PAD) yang didapat dari sektor perparkiran tersebut.

Parkir non tunai ini akan diterapkan di delapan kawasan di Kota Medan, yang merupakan sistem bagi hasil melalui kerja sama antara Dinas Perhubungan (Dishub) dengan PT Logika Garis Elektronik.

"Ada 22 titik parkir yang terdapat 18 ruas jalan atau delapan kawasan dengan sistem pembayaran nontunai. Berlaku tanggal 18 Oktober 2021, mulai hari ini kita sudah mulai sosialisasi," ujar Kepala Dishub Medan, Iswar Lubis pada Rabu (13/10), dilansir dari Antara.

Sistem parkir non tunai dengan sistem bagi hasil ini akan berlaku sampai 31 Desember 2021 dan akan diperbarui setiap tahunnya.

  • Dilarang Bayar Parkir Pakai Tunai

Iswar mengatakan, mulai 18 Oktober masyarakat diimbau untuk tidak membayar parkir dengan uang tunai lagi. Bagi kendaraan yang tidak bisa membayar dengan non tunai, maka tidak akan diperbolehkan parkir di sejumlah kawasan tersebut.

"Kalau sudah berjalan kami akan larang kendaraan yang parkir di delapan kawasan itu apabila tidak bisa membayar sistem nontunai," katanya.

Terkait juru parkir, Dirut PT Logika Garis Elektronik Sahala Nainggolan mengatakan, pihaknya akan tetap mempekerjakan juru parkir yang saat ini bertugas di delapan ruas kawasan itu. Mereka akan mendapatkan pelatihan untuk menggunakan sistem pembayaran non tunai.

"Ada 40 sampai 50 jukir yang dipakai di delapan kawasan itu, tetap pakai yang lama selagi mereka dapat mengikuti sistem baru. Mulai besok sudah ada pelatihan untuk juru parkirnya," ujarnya.

  • Daftar Ruas Jalan yang Terapkan Parkir Non Tunai

Berikut ini sejumlah nama ruas jalan di delapan kawasan yang akan memberlakukan parkir non tunai. Masyarakat diharapkan mulai memperhatikan aturan baru yang berlaku ini.

Sejumlah ruas jalan itu yakni Jalan Zainul Arifin (mulai dari simpang Jalan Diponegoro sampai simpang Jalan S Parman) dengan status jalan kelas satu, Jalan Setia Budi (mulai dari simpang Jalan Sunggal sampai simpang Jalan Dr Mansyur) dengan status jalan kelas satu, Jalan Irian Barat (mulai dari Jalan MT Hariono sampai simpang Jalan Veteran) dengan status jalan kelas satu.

Kemudian Jalan Jawa (mulai dari simpang Jalan HM Yamin sampai dengan simpang Jalan Veteran) dengan status jalan kelas satu, Jalan Pemuda (mulai dari simpang Jalan Pandu sampai dengan Jalan Palang Merah) dengan status jalan kelas satu, Jalan Pemuda Baru I, Jalan Pemuda Baru II, Jalan Pemuda Baru III dengan status jalan kelas satu.

Lalu Jalan Cirebon (mulai dari simpang Jalan MT Hariono sampai simpang Jalan Pandu) dengan status jalan kelas satu dan terakhir kawasan Pasar Baru (Jalan Palangkaraya, Jalan Palangkaraya Baru, Jalan Bandung, Jalan Jember, Jalan Bogor, Jalan Kotanopan I, Jalan Kotanopan II, Jalan Pakantan, Jalan Barus) dengan status jalan kelas dua.

sumber: merdeka.com