SUBANG, HETANEWS.com - Muhammad Ramdanu, saksi yang sempat disebut sebagai Mister X dalam kasus Subang kembali buka suara soal kasus pembunuhan ibu dan anak di subang.

Danu blak-blakan mengenai kasus perampasan nyawa Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu itu di tayangan kanal Youtube Misteri Mbak Suci.

Sosok keponakan Tuti Suhartini korban meninggal kasus rajapati itu memang jadi salah seorang yang tertuduh karena ditemukan banyak DNA dan jejak dia di TKP pembunuhan di Dusun Ciseuti, Jalan Cagak, Subang.

Tuti dan Amalia ditemukan meninggal di bagasi mobil di rumah tersebut, 18 Agustus 2021 silam. Bahkan, jejak Danu terpantau di mobil tempat jenazah Tuti dan Amalia ditemukan polisi dalam keadaan tertumpuk. DNA Danu diketahui didapatkan dari puntung rokok yang ada di TKP.

Tak heran jika dia menjadi sasaran gonggongan anjing pelacak polisi yang melakukan olah TKP ulang, sepekan setelah kejadian. Sekitar dua bulan setelah penemuan mayat di Subang tersebut, Danu bicara mengapa banyak jejaknya di rumah Tuti.

Muhammad Ramdanu (21) salah seorang saksi yang sempat disebut memiliki akses keluar-masuk dari rumah korban prampasan nyawa di Subang. (Tribun Jabar/Dwiky Maulana Vellayati)

Sebelumnya, Danu mengaku pada malam sebelum penemuan mayat, dia memang ada di rumah tersebut. Selain itu, Lilis kakak almarhumah Tuti juga menceritakan kalau Danu masuk rumah Tuti saat penemuan jenazah keduanya.

Danu masuk ke rumah Tuti sebelum polisi datang. Menurut Lilis, Yosef sempat meminta Danu masuk ke rumah Tuti di pagi hari penemuan jenazah.

"Kalau menuduh sih enggak, cuma masalah si Danu itu," ujar Lilis, dikutip dari YouTube tvOneNews, Minggu (19/9/2021).

"Sebenarnya sebelum ada polisi, Danu disuruh Yosef masuk ke rumah itu."

"Iya setelah kejadian, itu waktu pagi Rabu (18/8/2021) pas pembunuhan."

Lilis melanjutkan, saat itu Yosef menghubungi Danu dan memintanya mengecek rumah Tuti. Alasannya, Tuti dan Amalia kala itu diculik orang tak dikenal. Karena panik, Danu pun datang ke rumah Tuti.

Lilis Sulastri (56), kakak Tuti Suhartini, saat ditemui di kediamannya di Dusun Jalancagak, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa (21/9/2021). (Tribun Jabar)

"Waktu hari Rabu Danu ditelepon sama Yosef suruh ke sana suruh langsung masuk ke rumah," kata Lilis.

"Jadi Yosef yang nyuruh masuk rumah."

"Katanya Pak Yosef Tuti sama Amel ada yang nyulik, jadi dia disuruh ke sana."

Namun, sesampainya di lokasi kejadian, Danu tak menemukan keberadaan Tuti dan Amalia.

Ia hanya melihat rumah berantakan dan darah berceceran di lantai.

"Iya Danu makanya masuk ke rumah Tuti," terang Lilis.

"Ya cuma lihat-lihat aja, dia mah kaget cuma di dalam rumah itu."

"Dia lihat rumahnya berantakan, dia di sana sebentar."

"Dia langsung ke saya datang ke sini nangis, katanya Amel enggak tahu ada yang nyulik atau apa, ada darah," tandasnya.

Polisi berpakaian biasa mendatangi lokasi kejadian perampasan nyawa ibu dan anak di Dusun Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Minggu (3/10/2021). (Tribun Jabar/Dwiky Maulana Vellayati)

Penjelasan Danu

Namun, kini terungkap fakta mengapa DNA Danu ditemukan di TKP, bahwa Danu sempat membantu polisi sehari setelah kejadian pada 19 Agustus 2021.

Danu mengaku diminta membantu polisi mulai dari memasang lampu di TKP hingga menguras kamar mandi TKP. Kendati begitu, aksi Danu membantu polisi itu pun dinilai berisiko oleh publik karena terkait DNA miliknya yang berada di TKP.

Danu yang selama ini tak banyak bicara tiba-tiba membeberkan penyebab DNA miliknya ada di TKP, lewat tayangan kanal Youtube Misteri Mbak Suci. Setelah para saksi memberikan keterangannya kini Danu kembali memberikan pengakuan mengejutkan.

Pemuda 21 tahun asal Subang itu menceritakan kronologi saat ia membantu polisi di TKP tersebut. Awalnya Danu diminta membantu untuk membeli lampu guna menerangi TKP di malam hari.

Pada saat itu suasana pun hujan hingga Danu pun melipir bersama dengan beberapa orang polisi. Diakui Danu setelah polisi kembali masuk ke dalam TKP di sana ia menyempatkan merokok.

Sayangnya, dengan polos ia mengaku tak berpikir puntung rokok yang ia buang menjadi barang temuan lain. Sementara itu, fakta menurut Danu, puntung rokok tersebut menjadi salah satu temuan polisi di TKP sehari setelah kejadian.

Soal temuan jejaknya yang ada di mobil, Danu pun menjelaskan dirinya tak sadar karena hanya mengikuti polisi kala itu. Hal lainnya yang dilakukan Danu saat membantu polisi yaitu membersihkan kamar mandi.

Sementara itu, kamar mandi tersebut merupakan TKP di mana dua korban dimandikan setelah dihabisi. Danu menjelaskan saat itu ia diminta untuk menguras air di kamar mandi tersebut.

Namun diakui Danu, saat membersihkan kamar mandi tersebut ia didampingi kepolisian. Ia pun menjelaskan, perihal ia mengikuti membantu polisi tak hanya dilakukannya sendiri.

Danu mengungkapkan beberapa teman dan kerabatnya juga ikut membantu kepolisian. Kendati begitu, kini publik menilai aksi Danu membantu polisi tersebut dinilai berisiko.

Bahkan temuan polisi di TKP terkait DNA merupakan bukti saintifik sehingga bisa memberatkan Danu. Kini Danu baru mengungkapkan dirinya sempat merokok membuang puntung rokok yang disebut jadi temuan polisi sehari setelah kejadian.

Sebelumnya Danu juga sempat mengaku sehari sebelum kejadian dirinya pun memang sempat singgah di rumah korban. Sementara Danu mengaku sehari setelah penemuan mayat di Subang itu ia sempat ikut membantu polisi.

Oleh karena itu DNA atau jejak Danu berada di TKP hingga anjing pelacak menggonggong ke arahnya. Sementara itu anjing pelacak baru diterjunkan sepekan setelah kejadian tepatnya pada 30 Agustus 2021.

Publik pun tak mengetahui secara pasti apakah polisi mengumpulkan sample bukti di TKP pada hari kejadian. Kendati begitu, sejauh ini polisi masih bekerja keras mengungkap kasus Subang tersebut dengan segala upaya dengan menggunakan metode saintifik.

Namun, dari pengakuan Danu yang mendadak tersebut membuat publik mempertanyakan terkait apa yang dilakukan Danu di TKP sehingga dinilai berisiko.

Di sisi lain, pengakuan Danu yang dianggap baru diungkapkan sekarang itu juga menjadi pertanyaan, mengapa baru diungkapkan sekarang?

Adapun, sementara ini pengakuan dari para saksi pun harus dikonfirmasi kepada pihak kepolisian. Danu Tak Nyaman Pergi Keluar Sempat Tertuduh dalam Kasus Subang.

Selama penyelidikan, nama Danu sempat terseret saat penyidikan karena DNA yang ditemukan di TKP. Ia juga sempat dicurigai setelah anjing pelacak di TKP menggonggong ke arahnya.

Danu yang sebagai saksi ikut menjalani pemeriksaan tes kebohongan. Dengan adanya kecurigaan publik terhadapnya, ternyata menyimpan beban psikologis bagi Danu.

Kini,Danu mengaku imbas tertuduh dari publik, ia pun merasa tertekan hingga dipandang sinis orang-orang. Hal ini diungkapkan Danu dalam wawancara dikutip Tribunjabar.id dari tayangan Misteri Mbak Suci, Selasa (12/10/2021).

“Iya jadi tertekan juga sih pak, gak nyaman,” ungkap Danu.

Tak sampai berpikir pergi jauh, diakui Danu, ingin pergi ke jalan saja dirinya kesulitan. Ia juga menceritakan saking sulitnya pergi ke luar, urusan sehari-hari yang ia kerjakan kini dibantu orangtuanya. Lantas, Danu menceritakan pengalaman saat ia membeli siomay di jalan.

Ia mengaku orang-orang melihatnya secara sinis dan kadang berbisik di hadapannya. Melihat hal itu, Danu mengaku menjadi merasa tak nyaman. Untuk menyikapi situasi tersebut diakui Danu sementara ini ia tak pergi ke mana-mana.

Saat ditanya ada hal atau perasaan yang ia luapkan, Danu memilih diam dan mengaku bingung. Hal itu membuat pria yang mewawancarainya menilai sosok Danu sebagai orang pendiam.

Mendengar hal itu, Danu pun mengiyakan bahwa dirinya memiliki sifat dan kepribadian tersebut. Ia mengaku dirinya memang pendiam bahkan sedari kecil.

“Iya emang begitu Danu mah dari kecil juga, gak banyak ngomong, diem we, ke mana-mana di kamar, udah we gitu,” ucap Danu.

Terlibat menjadi saksi kasus Subang, keseharian Danu ternyata juga bekerja di Yayasan yang dikelola Yoris, dan dua korban, Tuti dan Amalia. Posisi Danu di Yayasan tersebut sebagai staf tata usaha.

Oleh karena itu, tak heran selama ini Danu dekat dengan Yoris dan dua korban, Tuti dan Amalia. Sempat diceritakan Danu, ia membantu berbagai urusan yayasan jika diperlukan.

Sumber: tribunnews.com