MEDAN, HETANEWS.com - Pemerintah Provinsi (Pemrov) Sumatera Utara meningkatkan pelacakan kontak erat pasien COVID-19 atau tracing, sebagai langkah mengantisipasi terjadinya gelombang ketiga COVID-19 yang diprediksi bisa terjadi pada akhir tahun.

"Secara pelayanan kesehatan baik di Kota Medan atau daerah lainnya, kita siapkan terutama untuk tracing. Beberapa perusahaan yang sudah ada Mobile PCR, ini mudah-mudahan akan membantu," kata Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Rabu (13/10).

Ia menyebut upaya berikutnya untuk mengantisipasi gelombang ketiga COVID-19 yakni dengan menggencarkan protokol kesehatan.

Untuk itu, ia mengimbau seluruh masyarakat di Sumut tetap mematuhi protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

"Angka COVID-19 yang saat ini sudah menurun bukan berarti sudah selesai. Untuk itu tetap patuhi protokol kesehatan. Apa-apa yang dilanjutkan pemerintah itu patuhi," ujarnya.

Upaya selanjutnya yakni dengan mempercepat vaksinasi guna mewujudkan kekebalan kelompok dari penularan COVID-19.

Ia merincikan capaian vaksinasi COVID-19 di Sumut hingga dosis kedua sudah mencapai 22,8 persen dari target sasaran 11 juta penduduk setempat.

Meski demikian, ia berharap tidak terjadi gelombang ketiga kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Indonesia, terutama di Sumut.

"Kita tentu berharap gelombang ketiga COVID-19 ini tidak terjadi," ujarnya.

Seperti diketahui, gelombang pertama COVID-19 terjadi pada akhir tahun Januari dan Awal Februari 2021 setelah pergantian tahun. Lalu gelombang kedua datang pada bulan Juni hingga Juli 2021.

Sumber: antaranews.com