SERGAI,hetanews.com -  Pemerintah Desa (Pemdes) Bagan Kuala bersama masyarakat bergotong royong membersihkan lingkungan serta melakukan penimbunan pasir, hampir seluruh halaman dan pemukiman warga yang becek dan berlumpur dampak dari banjir.Dusun I Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), rabu (13/10/2021).

Kepala Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Safril mengatakan, banjir rob adalah peristiwa naiknya air laut ke daratan disebabkan air laut pasang.Maka, air laut yang naik menyebabkan daratan daerah sekitarnya tergenang air dan banjir.Jadi, pasca banjir rob yang melanda pesisir Desa Bagan Kuala, membuat seluruh pemukiman warga dan halaman mengalami becek dan berlumpur.

"Maka dari itu, selesai menghadapi banjir rob, hari ini Pemerintahan Desa Bagan Kuala bersama dengan masyarakat melakukan pembersihan lingkungan.Ini merupakan suatu bentuk rasa kepedulian kebersihan lingkungan Pemdes Bagan Kuala ". ujar Safril.

Safril juga mengatakan jika banjir rob adalah banjir musiman setiap 4 tahun sekali dan selama 4 hari sudah semua pemukiman dan rumah masyarakat masuk air.

Begitu juga dengan Kantor Desa Bagan Kuala dan lokasi Sekolah Dasar (SD) terdampak banjir sehingga becek dan berlumpur.

Namun begitu aktifitas warga tetap berjalan dengan baik, dan pelayanan Pemerintah Desa Bagan Kuala tetap dilakukan. Karena banjir dari air laut datangnya pada malam hari sekitar pukul 03.00 Wib.

Akibat banjir musiman yang melanda Desa Bagan Kuala ini, membuat Pemerintahan Desa Bagan Kuala melakukan penimbunan pasir pada seluruh lokasi yang becek dan berlumpur.

"Dan Kami Pemdes Bagan Kuala sudah melakukan penimbunan pasir pada lokasi pemukiman yang becek dan berlumpur bersama dengan warga di sini ". ungkap Safril.

Di lokasi yang sama , Aisah (42) salah satu warga Dusun I, Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Sergai menuturkan, bahwa rumahnya sudah selama 4 hari terendam banjir.

Bahkan beberapa perabotan elektronik miliknya mengalami kerusakan akibat dampak banjir tersebut.

"Sampai peralatan elektronik saya seperti kulkas dan mesin cuci rusak akibat terendam banjir ", sebut Aisah