HETANEWS.com - Seni bela diri merupakan kesenian tradisional asli bangsa Indonesia.  Setiap daerah di Indonesia pasti memiliki seni bela diri masing-masing yang memiliki keunikan dan ciri khasnya.

Seperti hal nya kesenian bela diri “Mossak” dan kesenian “mossak”.

Mossak adalah seni bela diri asli yang berasal dari Sumatera Utara tepatnya suku Batak Toba.

Orang yang memperagakan beladiri ini akan berpakaian serba hitam dan akan ada musik Batak yang mengiringi bela diri tersebut.

Dikutip dari batakculture.wordpress.com, dipercaya bahwa seni beladiri ini sendiri tidak semua  orang dapat dan berhak mempelajarinya dikarenakan “mossak” memiliki ilmu kebatinan, dan juga pengetahuan akan obat-obatan.

Kalaupun ada, seseorang yang mempelajarinya tak bakal dapat menerima semua ilmu tersebut.  

Mossak Batak ini dirangkai dengan langkah dan jurus-jurus untuk menghidupkan dan mengaktifkan urat nadi manusia.

Bela diri Batak ini untuk penyatuan 'darah' manusia dengan Tuhan  dengan tenaga dalam yang berfungsi untuk bela diri dan kesehatan.

Gerak dasar “mossak” diawali dengan kuda-kuda dimana seseorang berposisi setengah jongkok dan kedua kakinya diangkat bergantian mengikuti titik beban tubuhnya,

Konon gerakan “mossak” ini terinspirasi dari cerita seseorang yang tengah membuat api unggun di tengah hutan.

Orang itu jongkok dibawah pohon sambil mengarahkan kedua tangannya dalam posisi telungkup ke arah api.

Karena tangannya mulai panas, ia menggosokkan tangannya ke punggung dan tiba-tiba sebuah ranting jatuh dan spontan ia menangkisnya. 

Gerakan itulah yang dijadikan gerakan dasar “mossak”. 

Mossak Batak ada sembilan peringkat atau sabuk, sama dengan kitab Siraja Batak.

1. Sabuk Tapak Pagar

2. Sabuk Desa Nawalu

3. Sabuk Bintang Tuju

4. Sabuk Tapak Seleman

5. Sabuk Bintang Lima

6. Sabuk Siopat Suhi

7. Sabuk Bintang Tolu

8. Sabuk Bolat

9. Sabuk Ingsun

Saat ini seni bela diri “Mossak” sudah sangat langka.

Namun sering muncul saat pertunjukan atraksi pada pesta besar serta untuk menyambut raja atau tamu kenegaraan di Tanah Batak.

Bela diri yang dikenal tegas, pemberani, dan keras ini mungkin akan semakin tergerus zaman dan mungkin bisa punah jika kita hanya membiarkan budaya tersebut semakin hilang.

Penulis: Gresya Sihombing