Siantar, Hetanews.com - Indra Hermawan Hasibuan (28) terbukti telah menjual 15 butir Extacy, dan bersisa 5 butir yang dijadikan sebagai barang bukti dalam persidangan. Divonis 5,6 tahun denda Rp.1 milyar subsider 6 bulan penjara.

Putusan hakim Rahmat Hasibuan SH dibacakan dalam persidangan online di Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Selasa (12/10). Sebelumnya, jaksa Lynce J Margaretha SH menuntut pidana penjara selama 6 tahun dan denda yang sama dengan putusan hakim.

Warga jalan Murai Kelurahan Sipinggol-pinggol Kecamatan Siantar Barat tersebut dinyatakan bersalah melanggar pasal 114 (1) UU RI No 35/2009 tentang peredaran narkotika.

Berdasarkan fakta persidangan, terdakwa ditangkap dari parkiran Siantar Hotel jalan WR Supratman pada 8 April 2021. Saat itu, terdakwa bermaksud hendak mengantarkan pesanan 2 butir pil extacy kepada Mei (DPO). 

Ketika menunggu Mei diparkiran, terdakwa diamankan Petugas Satres Narkoba Siantar From Siahaan dkk yang telah mendapatkan informasi dari masyarakat. 

Barang bukti 2 butir pil extacy warna biru dibungkus kertas tissu dalam bhngjus rokok disita petugas. Setelah diinterogasi, terdakwa mengaku masih ada menyimpan extacy di kamar kosnya jalan Hokky Kelurahan Banjar Siantar Barat.

Dari kamar kost terdakwa disita 3 butir pil extacy berwarna biru. Kepada petugas,Indra mengaku membeli 20 butir pil extacy dari Sandi (DPO) warga Tebing Tinggi seharga Rp.2.400.000.- Dengan panjar Rp 1 juta, sisanya setelah pil laku terjual.

Saat ditangkap bersisa 5, karena 15 butir lainnya sudah laku terjual. Dalam persidangan, terdakwa didampingi Erwin Purba SH MH dari Posbakum menyatakan pikir-pikir atas vonis tersebut.