Jakarta, hetanews.com – Anggota Komisi 3 DPR RI Dr Hinca Panjaitan angkat bicara soal penangkapan puluhan mahasiswa USU oleh BNNP Sumut. Walaupun ada terkejut dengan kondisi tersebut, namun ada rasa syukur karna BNNP sudah melakukan langkah yang tepat untuks selamatkan generasi muda dari bahaya laten narkoba.

“Saya kaget. Tapi bersyukur. Kenapa? Karena BNNP Sumut melakukan kerja cepat selamatkan mahasiswa di kampus dari ancaman bahaya laten narkoba,” ungkapnya kepada hetanews.com, Selasa (12/10).

Dirinya mengapresiasi giat (razia) yang dilakukan oleh teman-teman BNNP Sumatera Utara yang mengungkap peredaran ganja di wilayah kampus. Dari 47 orang yang terjaring razia, 31 diantaranya positif menggunakan narkotika.

“Sirine bahaya patut dibunyikan, ini sungguh ancaman nyata bagi generasi muda di Sumatera Utara<’ tegasnya.

Dia berharap agar para penyidik BNN dapat menelusuri peta peredaran narkotika di wilayah kampus. Rantai peredaran harus segera diungkap, sebab sesungguhnya anak-anak kampus itu sangat rentan untuk terlibat dengan penggunaan narkoba.

“Saya meminjam data dari Polri, bahwa jumlah mahasiswa yang terjerat kasus narkotika terus meningkat setiap tahunnya. Dari 2016 ada 1.526 orang, 2017 meningkat lagi menjadi 1.567 orang dan pada 2018 terdapat 1.772 orang. Angka tersebut kembali melonjak pada tahun 2019 sebanyak 2.192 orang,” paparnya.

Kata Hinca, lingkungan kampus merupakan pasar khusus yang disasar oleh para bandar dan pengedar. Para bandar tahu bahwa mahasiswa-mahasiswa ini memiliki uang saku yang cukup setiap bulannya, sehingga para bandar menjadi nyaman melakukan transaksi kepada mahasiswa.

Dia pun berharap, BNNP Sumatera Utara dapat mencari jalan keluar untuk melakukan kegiatan pendukung dalam rangka pencegahan. Kita tidak bisa terus-terusan berharap untuk mengatakan perang terhadap narkoba, jika angka "demand" selalu tinggi.

Jangan berharap banyak pada spanduk-spanduk semata, mahasiswa memang dapat membaca seruan "say no to drugs", tapi mungkin mereka tidak tahu bahaya yang seperti apa mengintai mereka apabila terjerumus pada bilik gelap narkotika.

Solusi yang bisa dilakukan adalah BNNP Sumatera Utara mengaktifkan hotline khusus (baik telepon/sms/whatsapp/telegram) yang ditujukan kepada mahasiswa untuk menjadi sarana aduan. Biarkan setiap mata mahasiswa saling mengawasi satu sama lain.

Namun yang harus diperhatikan oleh teman teman penyidik, aduan yang akan diterima harus dikemas sebaik mungkin, utamakan penawaran untuk rehabilitasi bukan pemenjaraan.

Sekali lagi, selamat untuk BNNP Provinsi Sumatera Utara, tegas Hinca mengakhiri wawancaranya dengan hetanews.com.