Simalungun, Hetanews.com - Pria bejat tega mencabuli bocah yang masih berusia 2 tahun, Alfi Syahri (20) dihukum 10 tahun denda 60 juta subsider 6 bulan kurungan.

Putusan hakim Pengadilan Negeri Simalungun yang dibacakan dalam persidangan, Selasa (12/10) lebih tinggi dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, terdakwa Alfi dituntut 9 tahun penjara dan denda yang sama dengan putusan hakim.

Warga Balimbingan Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun terbukti melanggar pasal I ke-3 (yaitu pasal 82 ayat (1) Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UURI Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah ditetapkan menjadi UU Nomor 17 Tahun 2016.

Perbuatan cabul itu dilakukan terdakwa pada Agustus 2020 pukul 11.00 Wib. Saat itu korban, sebut saja Riri (nama samaran) sedang bermain dengan adik terdakwa di ruang tamu rumah terdakwa. Lalu korban diajak terdakwa masuk ke dalam kamar dan terdakwa memberikan handphone untuk dipakai oleh korban. Saat itu terdakwa mencabuli korban dengan cara memasukkan jari tangannya ke bagian alat vital korban.

Kedua orangtua korban merasa curiga melihat putrinya yang menangis setiap buang air kecil lalu memeriksakannya ke dokter. Hasil visum dr Martha Silitonga SpOG pada RSU Djasamen Saragih P Siantar Nomor: 10983/VI/UPM/X/2020 tanggal 2 Oktober 2020 menyimpulkan tampak kemerahan pada liang vagina dan robekan himen tidak sampai ke dasar akibat trauma benda tumpul.

Orangtua korban sudah menitipkan korban sejak berusia 3 bulan kepada Sutrayani (ibu terdakwa). Karena bekerja dan korban dijemput siang hari setelah siap bekerja. 

Terdakwa selama dalam persidangan tidak mengakui perbuatannya, bahkan semua keterangan saksi-saksi dibantahnya. Hal itu dijadikan hakim suatu hal yang memberatkan dalam menjatuhkan putusan terhadap terdakwa.

Atas vonis hakim tersebut, terdakwa didampingi pengacara Besar Banjarnahor SH akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Medan.