BALI, HETANEWS.com - Bali menggelar upacara sakral Ngaben di Pantai Matahari Terbit, Sanur, Jumat pekan lalu, seiring dengan terkendalinya pandemi Covid-19 di Indonesia secara bertahap, sehingga membuka pintu bagi acara berskala besar untuk berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat.

Upacara Ngaben menjunjung tinggi protokol Covid-19 setiap saat, dengan peserta tetap mengenakan masker. Fasilitas pencegahan virus seperti tempat cuci tangan dan hand sanitizer sudah tersedia. 

Hanya yang divaksinasi yang bisa masuk ke venue, dan pengunjung harus memindai kode QR menggunakan aplikasi pelacak Covid dari pemerintah Peduli Lindungi di pintu masuk.

Keteladanan upacara tersebut, kepatuhan yang ketat terhadap protokol Covid-19 mendapat pujian dari pemerintah.

“Angkat topi untuk masyarakat Bali yang telah membuktikan kepada kami bahwa adaptasi kebiasaan baru dapat diimplementasikan dalam upacara adat besar seperti Ngaben tokoh terkemuka seperti Ida Pedanda Nabe Gede Dwija Ngenjung,” Reisa Broto Asmoro, Covid-19 pemerintah juru bicara dan duta besar adaptasi kebiasaan baru, mengatakan dalam sebuah pernyataan selama akhir pekan.

Situasi pandemi yang membaik dan dorongan untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru dan hidup berdampingan dengan Covid-19 telah mendorong pemerintah untuk menyesuaikan pembatasan secara bertahap. Dan ini termasuk pertemuan agama dan budaya yang biasanya dihadiri banyak orang.

“Pemantauan data kepatuhan Bali terhadap prosedur kesehatan yang selalu mencapai di atas 90 persen, telah memungkinkan penanganan pandemi Covid-19 yang lebih baik, penurunan tingkat PPKM [pembatasan tingkat masyarakat], dan diizinkannya upacara besar seperti Ngaben atau Pelebon," kata Reisa.

Ngaben tidak hanya sebagai warisan budaya atau ritual keagamaan, tetapi juga menjadi ikon pariwisata. Seiring membaiknya situasi Covid-19, Bali akan membuka kembali penerbangan langsung dari Jepang, Korea Selatan, China, Selandia Baru, dan Uni Emirat Arab pada 14 Oktober 2021, menurut Reisa.

“Adaptasi kebiasaan baru bisa diwujudkan dengan penggunaan masker, pengecekan suhu, ketersediaan tempat cuci tangan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi,” kata Ni Wayan Eka Cipta Sari, promotor protokol kesehatan Covid-19 Bali.

“Selain memangkas jumlah tamu dan kapasitas panitia hingga 75 persen, menggelar rapid antigen test bagi ratusan panitia yang terlibat, penempatan Satgas Denpasar di setiap titik kremasi [Ngaben], pemasangan spanduk dan baliho mengkampanyekan kepatuhan protokoler. , serta memiliki MC yang selalu mengingatkan peserta Plebon untuk mematuhi protokoler,” tambah Ni Wayan Eka Cipta Sari.

Tingkat vaksinasi Bali termasuk yang tertinggi di negara ini. Menurut database vaksinasi pemerintah, pada 9 Oktober, Bali telah memberikan dosis vaksin pertama kepada lebih dari 98 persen populasi yang ditargetkan.

Tingginya kepatuhan protokol kesehatan, kesadaran masyarakat untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru, dan cakupan vaksinasi yang sangat baik menggambarkan bagaimana Bali siap untuk bangkit kembali.

"Bali Bangkit" ('Bali Bangkit') artinya Bali, dalam menyambut new normal, berupaya menunjukkan kepada dunia bahwa Bali bersih, bersih, sehat, aman, dan ramah lingkungan. 

Dan semoga semangat ini dapat memotivasi seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap aktif sembari mewaspadai virus corona yang hidup berdampingan dengan kita.

Sumber: jakartaglobe.id