SIANTAR, Hetanews.com - UH Cs yang disebut sebut pernah jadi bandar sabu di beri kesempatan untuk membuat pledoi (nota pembelaan). Pasca dituntut 4 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) disidang, Senin (11/10).

"Saya serahkan sama pengacara yang mulia," kata UH dari Lapas Siantar saat disidangkan melalui virtual di Pengadilan Negeri Pematangsiantar siang itu.

Menurut tim pengacara yang diketuai Efi Risa Junita, pihaknya akan menyusun Nota pembelaan (pledoi) secara tertulis. Untuk memberi kesempatan kepada terdakwa dan pengacaranya, persidangan ditunda hingga Senin (18/10) mendatang.

Demikian dikatakan ketua majelis hakim Irwansyah Sitorus didampingi dua hakim anggota Renni Pitua Ambarita dan Rahmat Hasibuan.

"Untuk pembelaan terdakwa, sidang ditunda hingga Senin mendatang," kata Irwansyah.

Sebelumnya, JPU Selamat Riyadi Damanik dari Kejari Siantar menyebutkan, jika pembakaran rumah korban Abdul Malik berawal dati permasalahan UH dengan Bemby. 

Bemby yang pernah bekerja dengan Umar saat melakukan bisnis narkotika terkesan sering meminta uang kepada UH. Melalui pemberitaan Bemby di media online, menyebut UH diduga bandar sabu di Siantar.

Atas pemberitaan tersebut, UH merasa terganggu hingga menyuruh orang melakukan pemukulan terhadap Bemby dengan upah 5 juta Rupiah. UH juga telah mengancam Bemby melalui pesan WhatsApp sehari sebelum peristiwa pembakaran.

"Meski sudah berdamai dengan korban, tapi perbuatan para terdakwa meresahkan masyarakat", kata jaksa.