JAKARTA, HETANEWS.com - Guru honorer SMA/SMK di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) hanya bisa gigit jari melihat sebagian rekannya lulus tes PPPK tahap I. Pasalnya. mereka tidak bisa berkompetisi dalam rekrutmen tahun ini.

Menurut koordinator Forum Guru Honorer Bersertifikasi Sekolah Negeri (FGHBSN) Kabupaten Nias Hidayati Hura, setelah gagal ikut tes PPPK 2021 tahap I, pada tes kedua, dan ketiga pun hanya sebatas angan-angan. Sebab, Pemerintah Provinsi Sumut tidak membuka seleksi PPPK guru 2021.

"Ketika daerah lain heboh dengan pengumuman PPPK guru tahap I, honorer SMA/SMK hanya bisa gigit jari. Hati kami menjerit, kami menangis kenapa kami gagal sebelum berperang," ungkap Hidayati Hura kepada JPNN.com, Senin (11/10).

Dia menyebut kondisi itu tidak hanya Provinsi Sumut yang meniadakan rekrutmen PPPK guru 2021, kabupaten/kotanya pun belum buka. Padahal, di awal-awal pengumuman, dinas pendidikan setempat sudah mengumumkan akan membuka rekrutmen.

Bahkan, formasi yang akan dibuka juga sudah dirilis ke publik. Hidayati menceritakan bagaimana kegembiraan guru honorer kala itu.

Mereka intens memantau portal SSCASN dan gurupppk.kemdikbud.go.id. Bahkan, tidak sedikit guru honorer yang tahu sekolahnya membuka formasi dan ada jurusannya, senang bukan kepalang.

Namun, harapan mereka pupus lantaran hingga pendaftaran dibuka, aplikasi di SSCASN tidak bisa memilih formasi sehingga harus masuk seleksi kompetensi tahap III (formasi umum).

Cobaan bagi guru honorer di Sumut itu belum berhenti. Belakangan mereka dikejutkan dengan kabar tak sedap ketika Gubernur Sumut Edy Rahmayadi membatalkan rekrutmen PPPK 2021.

"Kami sekarang bingung melamar di mana," ucap Hidayati mengeluhkan.

Bila ingin mengejar PPPK, kata Hidayati, mereka harus mencari di lintas instansi, provinsi, jenjang SMP dan SD yang sesuai dengan linearitas ijazah maupun Serdik.

Andaikan itu terjadi, dia memprediksikan bakal terjadi kekosongan guru di sekolah induk. Bahkan, kualitas guru jadi kurang.

Hidayati menegaskan guru honorer di Sumut juga ingin menjadi PPPK. Dia berharap sebelum seleksi tahap III muncul, mereka sudah mendapatkan informasi dari provinsi, kabupaten/kota yang belum membuka rekrutmen PPPK tahun ini, apakah mau membuka formasi atau tidak pada tahun depan.

"Jika mau membuka, berikanlah kami kepastian sehingga kami tidak perlu mengikuti tes PPPK tahap III yang harus lintas instansi, lintas provinsi dan turun ke jenjang SD dan SMP," ucap Hidayati.

Sumber: jpnn.com