SIANTAR, Hetanews.com - Jaksa Selamat Riyadi Damanik SH dalam surat tuntutannya, menyebutkan unsur-unsur yang membuktikan jika UH terbukti pernah menjadi bandar sabu di Siantar tahun 2020. Lalu Bemby melalui pemberitaannya menyebutkan UH diduga bandar tunggal sabu di Siantar.

Karena Bemby mengetahui bisnis UH, yang sebelumnya bekerja dengan UH. Sehingga UH merasa terganggu dengan pemberitaan tersebut. Sehari sebelum peristiwa kebakaran, UH mengirimkan ancaman kepada Bemby melalui pesan WhatsApp.

Dibantu RPS, LAH, MS, F alias P dan MJS sehingga terjadi pembakaran di rumah Bapak Abdul Khalik (mertua Bemby). Di jalan Jorlang Hataran pada 29 Mei 2021 sekira pukul 03.00 wib (dinihari).

UH  juga memerintahkan RPS untuk memberikan 5 juta kepada orang yang disuruh memberi pelajaran kepada Bemby. Pasca dilakukan pembakaran oleh MS'i melalui I dan E (DPo) mendapatkan upah masing masing Rp 500 ribu.

Hal yang memberatkan karena perbuatan terdakwa Umar CS merugikan saksi korban. Juga meresahkan bagi warga sekitar jalan Jorlang Hataran. Hal meringankan karena sudah ada perdamaian.

UH yang disebut pernah jadi bandar sabu juga telah memberikan uang tali asih kepada Bemby senilai Rp 10 juta. Perdamaian antara pelaku dan korban senilai Rp.60 juta 

UH dan MS dituntut masing masing 4 tahun. RPS,LAH, MJS dan F als P masing masing dituntut 3 tahun penjara. Umar Cs dipersalahkan jaksa melanggar pasal 187 (1) Jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP dengan sengaja melakukan pembakaran.