SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Pohon Aren (Enau) atau Bagot dalam bahasa Batak Toba adalah pohon palma yang merupakan tanaman serba guna.

Pohon Aren memiliki akar, batang, pelepah, buah, daun, dan bunga dapat diolah menjadi produk turunan dari Pohon Aren yang dikenal sebagai penghasil nira atau tuak.

Selain itu, tumbuhan ini menjaga kelestarian sumber daya alam yang berfungsi sebagai tanaman yang efektif dalam menanggulangi degradasi lahan atau reforestasi alam.

Pangdam I BB Mayjen TNI Hasanuddin  menyerahkan bibit pohon aren sebanyak 20.000 kepada kelompok tani di kawasan Danau Toba.
 

"Selain meningkatkan penghasilan masyarakat, pohon aren juga berguna untuk reforestasi alam dan menjaga kelembaban dan kekuatan tanah karena akarnya yang kuat menyimpan air,” kata Mayjen Hasanuddin, Minggu (10/10/2021) dalam acara seremonial penyerahan bibit.

Kontribusi pohon yang satu ini terhadap kelestarian lingkungan sudah tidak diragukan lagi. Cocok dijadikan sebagai tanaman dalam upaya melestarikan tanah, air dan lingkungan.

Hal ini dikarenakan pohon aren dapat tumbuh dengan baik di berbagai ekosistem, beradaptasi terhadap tanaman dan pohon disekitarnya, memiliki akar yang rapat, tidak memerlukan perawatan yang intensif, sehingga cocok ditanamI di kondisi tanah apapun.


 

Reforestasi alam

Berdasarkan sistem dan cara tumbuhnya, pohon aren dapat dimanfaatkan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan dari perannya dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat karena pohon ini selain berfungsi sebagai tanaman konservasi.

Pohon aren memiliki akar yang dalam dan melebar ke segala arah, hal ini tentunya akan sangat berguna untuk mencegah terjadinya erosi tanah dan longsor serta menjaga kelembaban tanah.

Daunnya yang cukup lebat dengan batang yang ditumbuhi lapisan pohon aren, sangat efektif menahan dampak air hujan langsung ke permukaan tanah. 

Produksi

Selain reforestasi, pohon aren juga berfungsi sebagai tanaman produksi yang menghasilkan berbagai produk turunan yang memiliki nilai ekonomis. Produksi turunan pohon aren dapat diperoleh dari akar hingga ke ujung daun.

1. Akar

Akar pohon aren dapat diolah menghasilkan manfaat untuk obat, Kandungan zat akar pelepah aren dapat memperlancar buang air kecil.

2. Batang

Batang pohon aren yang tua agak berserat halus di bagian dalam, dapat digunakan sebagai papan, atau dibuat menjadi tongkat, atau gagang cangkul dan parang. 

Selain itu bisa digunakan sebagai bahan pembuatan peralatan rumah tangga dan bahan bangunan.

Batang bagian dalam yang muda dapat menghasilkan sagu sebagai sumber karbohidrat yang digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan campuran roti, sohun, mie dan pembuatan lem. 

Sedangkan ujung batang muda (umbi) yang rasanya manis bisa dijadikan sayur.

3. Daun

Daun pohon aren juga biasa digunakan sebagai bahan atap rumah penduduk, dan masih banyak dijumpai di desa desa yang sangat kental dengan konsep alam, adat dan budaya dengan menjaga kelestarian sumber daya alam secara alami, serta menjaga kearifan lokal.

Pucuk daun (janur) juga dimanfaatkan sebagai daun untuk rokok, atau sebagai kemasan barang dagangan, seperti gula aren. Dari Lidi daun sering difungsikan sebagai sapu lidi.

4. Bunga

Tangkai bunga biasa di iris akan menghasilkan cairan berupa nira yang mengandung gula dan dapat diolah menjadi gula aren atau minuman tuak. 

Tuak bisa saja memabukkan tapi bisa juga membuat kesehatan yang bermanfaat bagi tubuh saat mengkonsumsinya seperti mengobati sariawan dan melancarkan ASI bagi ibu yang baru melahirkan. 

Beberapa daerah Tuak juga sebagai pelengkap dalam tatanan adat, dan minuman pencair diskusi. Selain itu Nira juga bisa digunakan sebagai ragi pengembang pada adonan roti dan kue basah.

5. Buah

Buah pohon aren yang dihasilkan dari bunga betina, dikenal dengan nama kolang-kaling. Meski getahnya sangat gatal, kolang kaling ini sering diolah untuk berbagai makanan, bisa sebagai campuran es, bisa dibuat manisan kolang kaling atau bisa juga dimasak kolak.

6. Kulit atau Kulit Buah

Kulit buah (kulit buah) yang telah dibuang isinya (kolang-kaling), dapat digunakan sebagai pupuk organik, dengan cara ditimbun di bawah pohon selama kurang lebih 2 minggu. 

Kulit buah rebus ini akan sangat cepat terurai dengan bantuan bakteri pengurai sehingga dalam waktu 2 minggu berfungsi sebagai pupuk organik yang bisa dikembalikan ke alam untuk menambah nutrisi tanaman.

7. Tangkai dan pelepah

Tangkai kering yang sudah diambil buahnya dan pelepah kering bisa digunakan sebagai pengganti kayu bakar. 

Dari pelepah dan tangkai daun, setelah diolah, dihasilkan serat yang kuat dan tahan lama untuk digunakan sebagai benang, senar pancing, dan senar gitar.

8. Ijuk

Serabut di pelepahnya juga bisa anyam menjadi tali dan atap, karena tahan lama dan tahan digunakan di air. 

Ijuk juga dapat digunakan sebagai bahan atap rumah yang masih banyak dijumpai di desa-desa tradisional, juga dapat digunakan sebagai pembuat kuas dan sapu dan juga bisa sebagai bahan penyaring air.

Baca juga: Mayjen Hasanuddin Serahkan 20.000 Bibit Pohon Aren Kepada Petani